Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGSA ini tidak boleh gentar terhadap aksi terorisme meskipun pelaku teror telah menjangkau pejabat tinggi yang bertanggung jawab atas politik, hukum, dan keamanan di Indonesia. Tujuan aksi terorisme memang untuk menciutkan nyali, membungkam rasa berani.
Itulah pesan yang tersirat dari pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa dirinya akan tetap melayani swafoto dengan rakyat saat blusukan meskipun ancaman teror tengah mengintai. Bukan Presiden menantang teroris, melainkan meneguhkan bahwa bangsa ini tidak boleh kalah melawan kebiadaban.
Seiring dengan sikap pantang kalah melawan terorisme, tentu diharapkan ada evaluasi keamanan bagi pejabat negara. Tanpa bermaksud menjauhkan dari rakyat, kewaspadaan tetap perlu. Dari kronologi penusukan yang beredar, tampak jelas pelaku bisa mendekat tanpa ada deteksi dini dari aparat terkait.
Pelaku teror telah mengubah strategi. Jika sebelumnya melakukan teror bom, kini menyerang langsung pejabat tinggi negara. Inilah peringatan bagi semua pihak agar tidak kehilangan kewaspadaan, lebih menguatkan keamanan dan pertahanan negara dari sekecil apa pun ancaman terorisme.
Polri mengungkap aksi penusukan terhadap Wiranto digerakkan motif dan inisiatif sendiri, tanpa garis komando, tanpa doktrinasi kolektif yang sistematis. Hanya karena merasa terancam akan tertangkap, pasalnya Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, Abu Zee, sebagai perekrutnya telah ditangkap.
Amaliah Abu Rara sifatnya spontan. Bahkan, sporadis karena sasaran amaliah dia ialah thogut, lembaga pemerintah atau aparat kepolisian. Abu Rara sebenarnya tidak mengetahui pejabat yang datang ialah Wiranto, yang penting targetnya pejabat pemerintah.
Senyatanya terorisme yang dilakukan secara individual itu ada dan sudah banyak terjadi di depan mata. Boleh jadi pergerakannya malah lebih berbahaya karena tidak gampang terdeteksi. Bahkan, karena gerakannya yang di luar struktur, dia mungkin sama sekali tidak terendus.
Hal itu tentu membutuhkan tingkat kewaspadaan dan kesigapan level tinggi dari seluruh elemen, terutama Polri sebagai ujung tombak pemberantasan terorisme. Kelengahan hanya akan berujung petaka, sesuai dengan tujuan para pelaku teror, yakni menebar malapetaka bagi bangsa ini.
Negara harus bertindak tegas dan mengambil langkah drastis atas aksi teroris ini. Perlu meneguhkan kembali perlawanan terhadap bibit-bibit terorisme, seperti intoleransi dan radikalisme. Jangan lagi hanya menyasar pelaku di lapangan.
Orang-orang yang mendukung terbuka dan tertutup harus diungkap serta diseret ke ranah hukum. Begitu juga mereka yang memprovokasi dan berlindung di balik kegiatan agama.
Agama mana pun pasti mengutuk perbuatan seperti itu. Celakanya, para pelaku mengatasnamakan agama untuk melancarkan aksi itu. Para pelaku merasa membela agama ketika melancarkan aksi mereka. Padahal, jelas aksi semacam itu justru menistakan agama.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.
Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved