Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pantang Ciut Lawan Teror

12/10/2019 05:05

BANGSA ini tidak boleh gentar terhadap aksi terorisme meskipun pelaku teror telah menjangkau pejabat tinggi yang bertanggung jawab atas politik, hukum, dan keamanan di Indonesia. Tujuan aksi terorisme memang untuk menciutkan nyali, membungkam rasa berani.

Itulah pesan yang tersirat dari pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa dirinya akan tetap melayani swafoto dengan rakyat saat blusukan meskipun ancaman teror tengah mengintai. Bukan Presiden menantang teroris, melainkan meneguhkan bahwa bangsa ini tidak boleh kalah melawan kebiadaban.

Seiring dengan sikap pantang kalah melawan terorisme, tentu diharapkan ada evaluasi keamanan bagi pejabat negara. Tanpa bermaksud menjauhkan dari rakyat, kewaspadaan tetap perlu. Dari kronologi penusukan yang beredar, tampak jelas pelaku bisa mendekat tanpa ada deteksi dini dari aparat terkait.

Pelaku teror telah mengubah strategi. Jika sebelumnya melakukan teror bom, kini menyerang langsung pejabat tinggi negara. Inilah peringatan bagi semua pihak agar tidak kehilangan kewaspadaan, lebih menguatkan keamanan dan pertahanan negara dari sekecil apa pun ancaman terorisme.

Polri mengungkap aksi penusukan terhadap Wiranto digerakkan motif dan inisiatif sendiri, tanpa garis komando, tanpa doktrinasi kolektif yang sistematis. Hanya karena merasa terancam akan tertangkap, pasalnya Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, Abu Zee, sebagai perekrutnya telah ditangkap.

Amaliah Abu Rara sifatnya spontan. Bahkan, sporadis karena sasaran amaliah dia ialah thogut, lembaga pemerintah atau aparat kepolisian. Abu Rara sebenarnya tidak mengetahui pejabat yang datang ialah Wiranto, yang penting targetnya pejabat pemerintah.

Senyatanya terorisme yang dilakukan secara individual itu ada dan sudah banyak terjadi di depan mata. Boleh jadi pergerakannya malah lebih berbahaya karena tidak gampang terdeteksi. Bahkan, karena gerakannya yang di luar struktur, dia mungkin sama sekali tidak terendus.

Hal itu tentu membutuhkan tingkat kewaspadaan dan kesigapan level tinggi dari seluruh elemen, terutama Polri sebagai ujung tombak pemberantasan terorisme. Kelengahan hanya akan berujung petaka, sesuai dengan tujuan para pelaku teror, yakni menebar malapetaka bagi bangsa ini.

Negara harus bertindak tegas dan mengambil langkah drastis atas aksi teroris ini. Perlu meneguhkan kembali perlawanan terhadap bibit-bibit terorisme, seperti intoleransi dan radikalisme. Jangan lagi hanya menyasar pelaku di lapangan.

Orang-orang yang mendukung terbuka dan tertutup harus diungkap serta diseret ke ranah hukum. Begitu juga mereka yang memprovokasi dan berlindung di balik kegiatan agama.

Agama mana pun pasti mengutuk perbuatan seperti itu. Celakanya, para pelaku mengatasnamakan agama untuk melancarkan aksi itu. Para pelaku merasa membela agama ketika melancarkan aksi mereka. Padahal, jelas aksi semacam itu justru menistakan agama.



Berita Lainnya
  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.