Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA yang terkikis dari kearifan lokal yang diwariskan dari para leluhur bangsa Indonesia. Semangat gotong royong luntur dan semakin tergantikan oleh sifat individualistis. Tenggang rasa dan toleransi yang tumbuh kuat ditopang akar kemajemukan bangsa kini menipis. Dengan cepat tergeser sikap mudah curiga maupun mudah mencela.
Sepertinya begitu sulit bagi sebagian kita untuk tidak melontarkan kata hinaan ataupun tudingan tanpa klarifikasi terlebih dahulu. Tidak mengherankan bila konflik demi konflik berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan tiada hentinya bermunculan. Label-label negatif dan stereotip disematkan untuk menjustifikasi serangan.
Kita merasa sedih saat ada saudara yang melontarkan ucapan dan tindakan rasialis terhadap saudara lainnya yang sebangsa. Lebih memprihatinkan lagi ketika dengan mudahnya pihak-pihak yang menginginkan kekacauan di negeri ini ikut menunggangi. Isu pengusiran mahasiswa asal Papua dari Malang dan Surabaya membesar dan makin liar.
Hasilnya seperti yang terjadi kemarin, saudara-saudara di Papua dan Papua Barat terpancing emosi mereka. Sejumlah insiden kerusuhan terjadi. Lagi-lagi peristiwa itu membuktikan isu SARA telah menjadi basis yang paling mudah dipakai untuk memprovokasi dan mengadu domba.
Beruntung masih tersisa sedikit warisan kearifan luhur yang melekat. Para pemimpin berupaya menenangkan situasi dengan cara-cara damai. Presiden Joko Widodo menjamin pemerintah akan terus menjaga kehormatan rakyat Tanah Papua.
Imbauan demi imbauan disampaikan berbagai kalangan agar semua pihak menahan diri dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wali Kota Malang Sutiaji dengan kerendahan hati meminta maaf kepada saudara-saudara asal Papua dan Papua Barat yang merasa ditekan tindakan rasialis.
Sikap yang benar-benar terpuji. Patut pula warga mengikuti dengan lebih mawas diri dan mengedepankan tenggang rasa. Saudara-saudara di Tanah Papua pun merespons dengan meredakan emosi diri.
Tentu lebih jauh kita berharap mereka bisa mengesampingkan ego dan mengutamakan suasana damai dan persatuan bangsa hingga bersedia memaafkan.
Memaafkan itu sangat sulit, bahkan mungkin mustahil, bagi orang-orang yang tidak mampu mengendalikan amarah dan selalu diliputi kebencian. Akan tetapi, kepala yang dingin dan hati yang terpaut pada perdamaian akan mudah memberi maaf.
Sikap tenggang rasa seyogianya perlu kembali dipupuk. Semangat toleransi dan saling menghormati hak sesama warga negara merupakan bagian dari kualitas sumber daya manusia yang unggul. Rasa persaudaraan yang tinggi tanpa memandang latar belakang SARA akan melandasi kolaborasi harmonis mewujudkan Indonesia maju.
Bukan sekadar menjadi negara maju, melainkan juga dengan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat. Itu semua harus dimulai dengan menyingkirkan diskriminasi dan sikap penuh prasangka, maupun kebiasaan memandang rendah segolongan saudara yang lainnya. Yang lebih penting lagi menjaga perdamaian sebab pembangunan hanya bisa berjalan dalam suasana damai.
Ingat, kita semua bersaudara. Papua yang damai ialah untuk Indonesia damai.
Lebih dari itu, Paskah mestinya mampu membangkitkan solidaritas kemanusiaan antar-anak bangsa.
KITA mafhum bahwa saat ini ruang fiskal negara tengah menghadapi ujian berat.
KEPASTIAN kerap menjadi barang langka di tengah gejolak global.
GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.
RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.
SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved