Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Agar Kabinet Tancap Gas

15/8/2019 05:00

PELANTIKANNYA sebagai presiden untuk periode kedua masih dua bulan lebih, tetapi Joko Widodo telah merampungkan susunan kabinetnya. Jika dibandingkan dengan periode pertama pemerintahannya, susunan kabinet kali ini rampung lebih cepat.

Finalnya susunan kabinet bisa bermakna positif, baik secara politik maupun ekonomi bila ia segera diumumkan. Secara ekonomi, pasar yang menanti-nanti segera mendapat kepastian dan diharapkan bereaksi secara positif. 

Secara politik, pengumuman kabinet yang segera akan mengurangi peluang mereka yang ingin merecoki komposisi kabinet yang sesungguhnya merupakan hak prerogatif sekaligus eksklusif seorang presiden.

Pun secara politik, tuntasnya penyusunan kabinet juga mengakhiri semua bentuk spekulasi mengenai perebutan kursi menteri jatah partai politik. Parpol harusnya menerima langkah Presiden yang telah meneguhkan kewenangan prerogatifnya dalam pembentukan kabinet.

Jika ada menteri dari kader parpol, itu tentu sebagai bentuk hasil kompromi untuk mengadopsi kekuatan politik yang ada. Kompromi itu merupakan langkah politis untuk menjamin stabilitas dukungan parlemen.

Jokowi tentu sudah memastikan kader-kader parpol yang dipilihnya ialah sosok yang cakap dan profesional di bidangnya. Yang terpenting, baik profesional maupun kader partai, mereka harus mampu menerjemahkan apa yang dimaksud presiden, kemudian membuat inovasi agar dapat dilaksanakan.

Bahkan lebih jauh lagi polemik urusan penambahan koalisi sudah tutup buku. Menurut Jokowi, 62% dukungan parpol koalisi yang telah mendukungnya dalam pilpres lalu sudah cukup. Tiada lagi keinginan untuk menambah koalisi dengan anggota baru.

Artinya, tidak akan ada kader parpol dari pendukung Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yang akan duduk di kursi menteri, dan berdasarkan komposisi itu, Jokowi yakin pemerintahan akan berjalan secara efektif.

Kabinet dan koalisi telah tuntas dibangun. Tentu perlu timbal balik. Jokowi-Ma'ruf Amin tidak ingin partai yang mendudukkan kadernya di kursi menteri genit dan mbalelo dalam mendukung kebijakan pemerintah. Semua parpol agar menempatkan garis dan tujuan koalisi secara benar, menjadi instrumen untuk membuat setiap kebijakan yang ditelurkan pemerintah lebih cepat sampai ke masyarakat.

Jokowi memastikan jumlah kementerian dalam kabinet periode kedua nanti tetap sama dengan periode pertama, yakni 34 orang. Susunan menteri itu akan lebih banyak diisi kalangan profesional ketimbang dari parpol dengan porsi 55%-45%.

Jokowi juga menyebut bakal ada kementerian baru yang merupakan  penggabungan dari sejumlah kementerian sebelumnya. Salah satunya kementerian investasi, yang akan berkonsentrasi di bidang digital dan  industri kreatif.

Satu lagi efek kejut khas Jokowi yang akan diterapkan dalam penyusunan kabinet barunya, yakni janji adanya menteri yang berusia muda, di bawah 35 tahun. Hemat kita, siapa pun menterinya, asal mereka mampu dengan matang mengelola kementeriannya, tidak apa-apa.

Yang tak kalah penting, bila susunan kabinet segera diumumkan, para menteri terpilih bisa merancang program kerja sambil menunggu pelantikan. Jokowi pun bisa segera memberi penugasan dengan target terukur. Setelah itu, begitu dilantik, mereka bisa tancap gas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Jokowi menggambarkan kabinet baru ini dengan kata 'kecepatan'. Kita berharap kabinet bisa cepat bekerja mengatasi segala ketertinggalan negara ini demi mencapai kesejahteraan rakyat.



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.