Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Mengendalikan KPK agar tidak Oleng

25/6/2019 05:00

SEJAK dibuka sepekan lalu, baru 27 orang mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan jumlah yang menggembirakan.

Lima tahun lalu, Pansel Calon Pimpinan KPK menerima hingga 194 pendaftar. Memang, masa pendaftaran kali ini masih dibuka hingga 4 Juli, tetapi lesunya pendaftaran di pekan pertama ini sudah bisa berarti banyak.

Pertama, tentu dipertanyakan mengapa orang tidak lagi seantusiasme dulu dalam menjadi pimpinan lembaga antirasuah? Gentarkah atau malah sebaliknya, kredibilitas lembaga itu sendiri yang tidak lagi dipercaya?

Kedua, memang bisa pula sedikitnya jumlah itu karena proses seleksi internal di institusi-institusi yang akan mengirimkan calon ke seleksi tersebut. Seperti Polri yang dikabarkan masih menyeleksi secara internal para perwira tinggi mereka.

Kita berharap bahwa proses internal itu benar untuk memastikan calon-calon terbaiklah yang akan dikirimkan kepada pansel. Kita berharap pula bahwa institusi-institusi lainnya, seperti kejaksaan, juga berupaya mengirimkan sebanyak mungkin anggota terbaik mereka untuk KPK. Hal itu

karena menjawab soal kualitas KPK sesungguhnya merupakan tugas bersama. Tugas yang langkah awalnya ditentukan dari proses seleksi ini.

Seberapa pun nanti akhirnya jumlah pendaftar yang masuk, kualitas integritas ialah nilai terpenting. Nilai itu pula yang jelas berada di atas latar belakang para pendaftar. Sejauh ini telah diungkapkan bahwa latar belakang pendaftar bervariasi, termasuk advokat, dosen, PNS, juga pensiunan.

Dari sosok-sosok tersebut, pansel haruslah dapat melihat kualitas pimpinan yang tidak hanya mampu menjawab tantangan dari luar, tapi juga dari dalam lembaga KPK sendiri.

Kita tidak menutup telinga bahwa belakangan ini isu pengelompokan kian santer di KPK. Bahkan sudah disebutkan menyangkut nilai-nilai ideologis. Disebutkan bahwa ada kelompok tertentu yang sangat dominan, bahkan punya pengaruh yang kuat terhadap pimpinan KPK.

Pimpinan KPK terpilih nanti jangan sampai tunduk kepada kepentingan ideologi tertentu. Karena itulah, patut diapresiasi inisiatif pansel untuk menemui Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Tentu saja tim pansel akan meminta bantuan BIN dan BNPT sebagai langkah deteksi dini agar pansel tak kecolongan dengan adanya calon pimpinan KPK yang terpapar radikalisme.

Permasalahan semacam itu tentunya tidak dapat dibiarkan dan dianggap enteng sebab tak sekadar memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap KPK, tapi memang sebenarnya juga memengaruhi kinerja. Terlebih kemudian dengan tudingan permainan politik yang juga dilakukan KPK.

Tidak kalah penting ialah mencari pimpinan KPK yang lebih kuat di bidang penanganan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Harus jujur diakui bahwa penanganan TPPU di kepemimpinan KPK jilid IV terbilang masih lemah.

Sederet permasalahan internal dan tantangan yang dihadapi ke depan itu menunjukkan perubahan besar yang memang sudah seharusnya dilakukan terhadap KPK. Pimpinan KPK yang terpilih nantinya haruslah orang yang bukan saja mampu memimpin perang terhadap korupsi, melainkan juga bisa mengembalikan kemudi kapal KPK agar tidak oleng.

 



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).