Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Pasar Tenang Rakyat Menang

22/6/2019 05:05

SIDANG perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi hingga kemarin berjalan dengan tertib dan lancar. Separuh lebih agenda telah dilalui. Semua pihak menjalankan peranan masing-masing sesuai ketentuan hukum.

Adu argumen, adu fakta, adu bukti, sampai dengan mengulik kredibilitas ahli dan saksi yang tersaji di hadapan majelis hakim merembet ke publik. Di media sosial, seperti biasa, pendukung tiap kubu berupaya meyakinkan orang lain, atau barangkali diri sendiri, tentang fakta sidang yang mereka yakini. Tidak jarang keluar pernyataan yang mengolok-olok kubu rival.

Perbincangan antarkolega ataupun anggota keluarga pun tidak lepas dari dinamika yang terjadi di persidangan MK. Sidang sengketa Pilpres 2019 sungguh-sungguh menyedot perhatian masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan.

Hal yang melegakan, kendati perdebatan begitu panas di ruang sidang dan di tengah masyarakat, kehidupan sosial dan ekonomi bisa dibilang tidak terganggu. Persidangan yang berjalan kondusif membuat dunia usaha dan pasar keuangan beraktivitas tanpa gejolak yang dipicu situasi politik.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren menguat. Jika pada awal sidang IHSG ditutup pada angka 6.250,3 poin, kemarin IHSG lebih kuat ke posisi 6.335,7 poin. Nilai tukar rupiah pun demikian.

Bahkan, kemarin rupiah menguat cukup signifikan bila dibandingkan dengan pada awal sidang 14 Juni lalu, yakni menguat dari 14.304 menjadi 14.116 per dolar AS. Rupiah diperkirakan masih melanjutkan penguatannya hingga akhir tahun ini.

Investor-investor di pasar finansial tetap bergairah masuk ke Indonesia. Bank Indonesia mencatat dalam kurun 17-20 Juni 2019 aliran modal asing yang masuk ke surat berharga negara (SBN) mencapai Rp22,66 triliun. Derasnya aliran modal asing tersebut turut menopang penguatan nilai tukar rupiah.

Para pelaku ekonomi sudah pasti memantau apa yang terjadi di MK. Patut disyukuri suasana yang kondusif selama persidangan MK sejauh ini sama sekali tidak memicu gejolak di kegiatan perekonomian. Pasar menilai semua berjalan dengan tertib sehingga tidak ada perlunya merespons negatif.

Aksi-aksi unjuk rasa berlangsung damai tanpa pengerahan massa yang terlalu besar. Tampaknya kerusuhan 21-22 Mei lalu membuat masyarakat lebih menahan diri. Dampak lainnya ialah unjuk rasa yang tidak berlebihan turut meringankan beban para hakim konstitusi dalam menjalankan sidang.

Terbukti, jalan konstitusional merupakan langkah terbaik untuk mencari keadilan. Dengan integritas yang dimiliki para hakim konstitusi, kita percaya putusan yang adil bakal mereka jatuhkan. Tiap kubu dan para pendukung boleh saja merasa optimistis bakal menang. Namun, putusan sepenuhnya berada di tangan hakim.

Tidak ada yang bisa memastikan apa putusan MK nantinya. Semua pihak masih harus berusaha meyakinkan hakim melalui cara-cara yang sesuai ketentuan hukum. Bukti yang menentukan, bukan opini apalagi imajinasi. Satu hal yang pasti, semua menginginkan putusan yang seadil-adilnya dan tidak ada anggota masyarakat yang berharap kekacauan di negeri ini, kecuali para perusuh.

Ketika semua pihak bersedia menerima putusan MK dengan lapang dada dalam suasana yang damai, saat itu pula rakyat meraih kemenangan.



Berita Lainnya
  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.