Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Aktivitas Ekonomi Mulai Menggeliat

06/10/2018 05:05

SEPEKAN seusai tragedi gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), geliat aktivitas warga di kawasan itu mulai terlihat.

Suasana duka, lengang, dan sepi yang mengiringi nestapa akibat guncangan berkekuatan 7,4 pada skala Richter itu sedikit demi sedikit mulai mereda.

Dukacita memang belum sepenuhnya berlalu. Apalagi ribuan korban diketahui masih terkubur, lebih dari 1.400 jiwa dipastikan meninggal, dan puluhan ribu lainnya masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Akan tetapi, bersama dengan datangnya bantuan, relawan, dan petugas pemulihan pascabencana yang terus melakukan pertolongan, suasana kelabu itu perlahan tapi pasti secara berangsur mulai berkurang.

Warga mulai berupaya bangkit dari keterpurukan. Aktivitas ekonomi warga di wilayah terdampak bencana, misalnya, mulai terlihat. Di sejumlah pasar tradisional, aktivitas jual-beli berbagai bahan kebutuhan dilaporkan mulai terjadi.

Di pasar tradisional Masomba, Pasar Inpres, dan Pasar Sentral di Kota Palu, aktivitas jual-beli mulai dilakukan warga, baik penjual maupun pembeli. Meskipun jumlah pasokan masih terbatas dan membuat harga-harga sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan hari-hari sebelum bencana, berbagai barang kebutuhan warga khususnya sembako sudah mulai tersedia di pasar-pasar.

Geliat ekonomi di kawasan terdampak bencana itu, betapa pun kecilnya, ialah kabar baik. Artinya, proses pemulihan dari tragedi terlihat sedang berjalan.

Perkembangan positif itu tidak boleh dibiarkan berlangsung sekadarnya dan apa adanya. Harus ada upaya dari seluruh otoritas terkait baik di pusat maupun daerah untuk menguatkan geliat aktivitas ekonomi itu menjadi gerakan yang lebih besar guna meningkatkan intensitas upaya pemulihan di kawasan terdampak bencana.

Kita mencatat perintah Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas yang membahas penanganan dampak gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut Presiden meminta agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa harus dipercepat. Presiden pun meminta roda perekonomian di daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah segera dipulihkan.

Karena itu, geliat aktivitas ekonomi di pasar-pasar Palu yang sudah terlihat beberapa hari terakhir ini harus menjadi momentum untuk mendorong terjadinya perputaran ekonomi yang lebih besar lagi.

Setelah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi turun tangan, pemerintah daerah khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemkot Palu, Pemkab Sigi, dan Pemkab Donggala harus terlibat lebih aktif dalam membantu meningkatkan upaya pemulihan di wilayah masing-masing yang terkena dampak bencana.

Tanpa mengurangi empati dan simpati atas dukacita yang masih dialami warga dan masyarakat secara keseluruhan, para pemimpin di daerah terdampak harus menjadi ujung tombak proses pemulihan tersebut. Sinergi dan koordinasi yang terarah, terkelola, dan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah terdampak bencana menjadi kata kunci dari upaya itu.

Dengan semangat yang sama, kita percaya upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan lebih baik.



Berita Lainnya
  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.