Rabu 06 Oktober 2021, 12:49 WIB

Ini Kronologi Tumbangnya Layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram

Basuki Eka Purnama | Teknologi
Ini Kronologi Tumbangnya Layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram

AFP/Kirill KUDRYAVTSEV
Logo Whatsapp, Instagram, dan Facebook terlihat di sebuah layar ponsel.

 

LAYANAN Facebook, WhatsApp, dan Instagram sudah kembali normal setelah sempat tumbang selama tujuh jam, Selasa (5/10) lalu.

Meski pun layanan sudah normal, padamnya WhatsApp, sebagai aplikasi pesan instan yang paling populer di Indonesia, menyisakan keingintahuan apa yang menyebabkan perusahaan sebesar Facebook bisa mengalami gangguan seperti kemarin.

Wakil direktur infrastruktur di Facebook Santosh Janardhan membagikan masalah apa yang membuat produk Facebook mati total kemarin.

Baca juga: Kongres AS Diminta Keluarkan Undang-Undang Soal Facebook

Pemadaman ini dipicu sistem yang mengatur kapasitas jaringan tulang punggung global kami," kata Santosh, melalui tulisan di blog resmi Facebook, dikutip Rabu (6/10).

Tulang punggung yang dimaksud adalah jaringan yang dibangun Facebook untuk menghubungkan semua fasilitas komputasi. Jaringan tulang punggung ini berupa kabel serat optik sepanjang puluhan ribu mil yang menghubungkan semua pusat data (data center) milik Facebook.

Lalu lintas data antarfasilitas komputasi ini diatur oleh router.

Secara berkala, Facebook mengadakan perawatan infrastruktur, seperti memperbaiki kabel yang rusak dan memperbarui perangkat lunak di router.

Saat perawatan infrastruktur kemarin, Facebook bermaksud memasukkan perintah (command) untuk memeriksa ketersediaan kapasitas tulang punggung. Tapi, perintah tersebut justru memutus pusat data mereka.

"Sistem kami dirancang untuk audit perintah seperti ini untuk mencegah kesalahan seperti ini, namun, sebuah bug di perangkat audit mencegah sistem mematikan perintah tersebut," kata Santosh.

Perubahan konfigurasi ini menyebabkan koneksi server dari pusat data ke internet putus. Masalah ini bertambah karena server DNS tidak bisa berkomunikasi dengan border gateway protocol (BGP) jika DNS tidak bisa berkomunikasi dengan pusat data.

"Hasil akhirnya, server DNS kami tidak terjangkau meski pun mereka masih beroperasi. Akibatnya, mustahil internet menemukan server kami," kata Santosh.

Facebook akhirnya mengirim petugas datang langsung ke lapangan untuk menyetel ulang sistem. Fasilitas fisik perusahaan teknologi biasanya menerapkan perlindungan keamanan yang sangat tinggi agar tidak bisa diakses sembarangan.

Perangkat keras dan router Facebook dirancang supaya sulit dimodifikasi meski pun diakses secara fisik. Tim di lapangan pun
membutuhkan banyak waktu untuk mengakses perangkat keras.

Begitu jaringan tulang punggung bisa diperbaiki, Facebook menghadapi masalah baru, mereka tidak bisa serta-merta mengembalikan layanan secara penuh karena sistem bisa jebol akibat lalu lintas melonjak.

"Pada akhirnya, layanan kami kembali relatif cepat tanpa kegagalan sistem lebih jauh," kata Santosh.

Di Indonesia, masalah pada produk-produk Facebook ini terjadi sekitar dini hari sampai pagi. Facebook, Instagram, dan WhatsApp diperkirakan padam selama tujuh jam. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK IST

Masuk Marketplace NFT, Lukisan Basuki Abdullah Dibanderol Rp1 Milyar

👤Budi Ernanto 🕔Kamis 02 Desember 2021, 18:10 WIB
NFT juga bisa menjadi wadah untuk memverifikasi orisinilitas karya seni...
Ist

Aplikasi Proman Permudah Interaksi Warga dan Manajemen Properti

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 17:28 WIB
Proman merupakan property software yang mempunyai fungsi lengkap yang sudah terintegrasi dengan aplikasi smartphone “mobile...
MI/Dok IM3 Ooredoo

IM3 Ooredoo Hadirkan Paket Internet 2,5 GB Hanya Kurang dari Rp10 Ribu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Desember 2021, 06:54 WIB
Memahami kondisi tersebut, IM3 Ooredoo kini menghadirkan paket Freedom Internet 2,5GB dengan harga yang super hemat yaitu Rp9.900 untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya