Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
CEO Meta, Mark Zuckerberg, tampak kesulitan saat memberikan kesaksian di hadapan juri Pengadilan Los Angeles pada Rabu waktu setempat. Dalam sidang perdana yang bersejarah ini, Zuckerberg dikonfrontasi dengan sejumlah dokumen internal yang menunjukkan Meta, induk perusahaan Instagram dan Facebook, diduga sengaja menargetkan pengguna di bawah umur.
Zuckerberg berulang kali menyatakan tim pengacara penggugat telah "salah mengartikan" komunikasi internal tersebut. Sidang ini merupakan bagian dari gugatan hukum besar-besaran yang menuduh platform media sosial dirancang secara adiktif sehingga membahayakan kesehatan mental anak-anak.
Pengacara penggugat utama, Mark Lanier, menunjukkan sebuah email internal dari Nick Clegg, Kepala Urusan Global Meta. Dalam email tersebut, Clegg mengungkapkan kekhawatiran bahwa kebijakan batasan usia perusahaan "tidak ditegakkan," sehingga sulit untuk mengeklaim bahwa perusahaan telah melakukan segalanya demi melindungi anak-anak.
Dokumen lain dari tahun 2018 bahkan menunjukkan diskusi internal mengenai cara mempertahankan pengguna kategori "tween" (anak usia 10-12 tahun), padahal secara teori, Meta melarang pengguna di bawah 13 tahun.
Menanggapi hal tersebut, Zuckerberg mengaku menyesal tidak bergerak lebih cepat dalam mengidentifikasi pengguna di bawah umur. Namun, ia bersikeras bahwa perusahaan kini telah berada di "jalur yang tepat."
"Anda salah mengartikan apa yang saya katakan," tegas Zuckerberg saat dituduh mengincar anak-anak. "Saya tidak terkejut jika orang-orang di internal perusahaan mempelajari hal ini."
Lanier juga membongkar email tahun 2015 di mana Zuckerberg menetapkan target agar "waktu yang dihabiskan pengguna meningkat 12%" dan memerintahkan agar tren penurunan pengguna remaja segera dibalikkan. Pada 2017, seorang eksekutif bahkan menyatakan bahwa "Mark telah memutuskan prioritas utama perusahaan adalah remaja."
Zuckerberg mengakui di masa lalu ia memang memberikan target durasi penggunaan kepada para eksekutif, namun ia bersikeras pola operasional tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Sidang ini juga menyoroti pernyataan Kepala Instagram, Adam Mosseri, yang sebelumnya menantang gagasan kecanduan media sosial. Mosseri berpendapat penggunaan Instagram selama 16 jam dalam sehari sekalipun tidak bisa langsung dikategorikan sebagai kecanduan.
Zuckerberg menambahkan pembelaannya dengan mengatakan jika sesuatu memiliki nilai manfaat, maka orang cenderung menggunakannya lebih sering. Namun, ia tampak terdiam saat pengacara mencatat bahwa pecandu juga cenderung meningkatkan durasi penggunaan mereka.
"Saya tidak tahu harus berkata apa tentang hal itu," jawab Zuckerberg. "Saya pikir itu mungkin benar, tetapi saya tidak tahu apakah hal itu berlaku di sini."
Persidangan yang juga melibatkan YouTube sebagai tergugat ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu. Kasus ini merupakan satu dari ribuan tuntutan hukum di Amerika Serikat yang mendesak perubahan radikal pada cara platform media sosial beroperasi untuk melindungi generasi muda. (BBC/Z-2)
Juri California menyatakan Meta dan YouTube bersalah atas kecanduan media sosial pada seorang perempuan muda.
Juri Los Angeles memenangkan gugatan wanita muda atas kecanduan media sosial. Meta dan Google dianggap sengaja membangun platform yang merusak mental anak.
Meta, perusahaan teknologi yang merupakan induk dari Facebook, dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana pengurangan sekitar 20% dari total tenaga kerjanya.
Meta resmi mencaplok Moltbook, platform unik tempat asisten digital AI saling berkomunikasi. Langkah Mark Zuckerberg itu memperkuat dominasi agen AI global.
Mark Zuckerberg bersaksi di pengadilan Los Angeles terkait keamanan Instagram bagi remaja. Terungkap dokumen internal soal efek negatif filter kecantikan dan data pengguna di bawah umur.
Juri California menyatakan Meta dan YouTube bersalah atas kecanduan media sosial pada seorang perempuan muda.
Juri Los Angeles memenangkan gugatan wanita muda atas kecanduan media sosial. Meta dan Google dianggap sengaja membangun platform yang merusak mental anak.
Instagram resmi hapus enkripsi end-to-end (E2EE) mulai 8 Mei 2026. Simak alasan Meta, dampak privasi, dan cara amankan data chat Anda sebelum dihapus.
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan Downdetector, laporan mulai meroket sejak pukul 07.40 WIB. Skala gangguan ini cukup luas, mencakup pengguna di Amerika Serikat, Eropa
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Menkomdigi tetapkan 8 platform (TikTok, Instagram, Roblox, dll) dilarang bagi anak di bawah 16 tahun per 2026. Simak alasan darurat digital selengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved