Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Pengadilan Zuckerberg: Dokumen Internal Ungkap Instagram Incar Pengguna Anak

Thalatie K Yani
19/2/2026 07:26
Pengadilan Zuckerberg: Dokumen Internal Ungkap Instagram Incar Pengguna Anak
Mark Zuckerberg berhadapan dengan juri dalam sidang perdana gugatan kecanduan media sosial. Dokumen internal mengungkap strategi Meta dalam menjaring pengguna remaja.(Media Sosial X)

CEO Meta, Mark Zuckerberg, tampak kesulitan saat memberikan kesaksian di hadapan juri Pengadilan Los Angeles pada Rabu waktu setempat. Dalam sidang perdana yang bersejarah ini, Zuckerberg dikonfrontasi dengan sejumlah dokumen internal yang menunjukkan Meta, induk perusahaan Instagram dan Facebook, diduga sengaja menargetkan pengguna di bawah umur.

Zuckerberg berulang kali menyatakan tim pengacara penggugat telah "salah mengartikan" komunikasi internal tersebut. Sidang ini merupakan bagian dari gugatan hukum besar-besaran yang menuduh platform media sosial dirancang secara adiktif sehingga membahayakan kesehatan mental anak-anak.

Batasan Usia yang "Tidak Ditegakkan"

Pengacara penggugat utama, Mark Lanier, menunjukkan sebuah email internal dari Nick Clegg, Kepala Urusan Global Meta. Dalam email tersebut, Clegg mengungkapkan kekhawatiran bahwa kebijakan batasan usia perusahaan "tidak ditegakkan," sehingga sulit untuk mengeklaim bahwa perusahaan telah melakukan segalanya demi melindungi anak-anak.

Dokumen lain dari tahun 2018 bahkan menunjukkan diskusi internal mengenai cara mempertahankan pengguna kategori "tween" (anak usia 10-12 tahun), padahal secara teori, Meta melarang pengguna di bawah 13 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Zuckerberg mengaku menyesal tidak bergerak lebih cepat dalam mengidentifikasi pengguna di bawah umur. Namun, ia bersikeras bahwa perusahaan kini telah berada di "jalur yang tepat."

"Anda salah mengartikan apa yang saya katakan," tegas Zuckerberg saat dituduh mengincar anak-anak. "Saya tidak terkejut jika orang-orang di internal perusahaan mempelajari hal ini."

Ambisi Meningkatkan "Waktu Penggunaan"

Lanier juga membongkar email tahun 2015 di mana Zuckerberg menetapkan target agar "waktu yang dihabiskan pengguna meningkat 12%" dan memerintahkan agar tren penurunan pengguna remaja segera dibalikkan. Pada 2017, seorang eksekutif bahkan menyatakan bahwa "Mark telah memutuskan prioritas utama perusahaan adalah remaja."

Zuckerberg mengakui di masa lalu ia memang memberikan target durasi penggunaan kepada para eksekutif, namun ia bersikeras pola operasional tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Debat Mengenai Definisi Kecanduan

Sidang ini juga menyoroti pernyataan Kepala Instagram, Adam Mosseri, yang sebelumnya menantang gagasan kecanduan media sosial. Mosseri berpendapat penggunaan Instagram selama 16 jam dalam sehari sekalipun tidak bisa langsung dikategorikan sebagai kecanduan.

Zuckerberg menambahkan pembelaannya dengan mengatakan jika sesuatu memiliki nilai manfaat, maka orang cenderung menggunakannya lebih sering. Namun, ia tampak terdiam saat pengacara mencatat bahwa pecandu juga cenderung meningkatkan durasi penggunaan mereka.

"Saya tidak tahu harus berkata apa tentang hal itu," jawab Zuckerberg. "Saya pikir itu mungkin benar, tetapi saya tidak tahu apakah hal itu berlaku di sini."

Persidangan yang juga melibatkan YouTube sebagai tergugat ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu. Kasus ini merupakan satu dari ribuan tuntutan hukum di Amerika Serikat yang mendesak perubahan radikal pada cara platform media sosial beroperasi untuk melindungi generasi muda. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya