Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Mark Zuckerberg Disidang, Benarkah Instagram Sengaja Dibuat Candu bagi Anak?

Thalatie K Yani
19/2/2026 04:21
Mark Zuckerberg Disidang, Benarkah Instagram Sengaja Dibuat Candu bagi Anak?
Mark Zuckerberg akhirnya bersaksi di depan juri terkait gugatan kecanduan media sosial. Dokumen internal mengungkap jutaan anak di bawah umur bebas akses Instagram.(AFP)

CEO Meta, Mark Zuckerberg, resmi memberikan kesaksian di hadapan juri Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Rabu waktu setempat. Kesaksian ini menjadi momen perdana bagi sang bos teknologi untuk menjawab langsung tudingan menahun bahwa platform miliknya sengaja dirancang untuk membuat anak-anak kecanduan hingga merusak kesehatan mental mereka.

Zuckerberg tiba di pengadilan sekitar pukul 08.30 pagi, melewati kerumunan media dan orang tua yang membawa duka akibat dampak negatif media sosial. Ia memilih bungkam saat ditanya mengenai pesan apa yang ingin ia sampaikan kepada para orang tua tersebut.

Gugatan "Kaley" dan Jutaan Pengguna di Bawah Umur

Kasus ini dipicu gugatan seorang perempuan berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai "Kaley". Ia menuduh Meta dan YouTube sengaja merancang fitur adiktif yang menjeratnya sejak bangku sekolah dasar. Kaley mengklaim algoritma Instagram memicu kecemasan, dismorfia tubuh, hingga pikiran untuk bunuh diri.

Pengacara Kaley, Mark Lanier, meluncurkan serangan dengan mempertanyakan kebijakan usia Instagram. Meski secara teknis mewajibkan pengguna minimal berusia 13 tahun, Lanier membeberkan dokumen internal tahun 2015.

"Dokumen tersebut memperkirakan lebih dari 4 juta pengguna Instagram berusia di bawah 13 tahun, yang mewakili 30% dari seluruh anak usia 10-12 tahun di Amerika Serikat," ungkap Lanier di persidangan.

Zuckerberg berdalih bahwa anak-anak di bawah umur memang "tidak diizinkan di Instagram." Namun, fakta di persidangan mengungkap hingga Desember 2019, Instagram tidak pernah meminta tanggal lahir pengguna baru, melainkan hanya konfirmasi bahwa mereka di atas 13 tahun.

Perdebatan "Waktu Layar" vs "Nilai Pengguna"

Suasana sempat memanas saat Lanier mempertanyakan apakah Meta sengaja mengejar target waktu penggunaan (time spent) demi keuntungan. Ia menunjukkan email internal tahun 2015 yang menyebutkan rencana tiga tahun perusahaan, termasuk target "+10% waktu untuk Instagram."

Zuckerberg membela diri dengan menyatakan strategi perusahaan telah bergeser dari durasi ke kualitas. "Ada asumsi dasar saya bahwa jika sesuatu itu berharga, maka orang akan melakukannya lebih banyak," ujar Zuckerberg di kursi saksi.

Ia juga menambahkan bahwa target spesifik waktu tersebut adalah cara lama dalam mengelola perusahaan yang kini telah diubah demi fokus pada "utilitas dan nilai."

Pembelaan Meta: Masalah Keluarga, Bukan Algoritma

Di sisi lain, Meta membantah keras tuduhan tersebut. Pengacara perusahaan berargumen bahwa gangguan mental yang dialami Kaley bersumber dari dinamika keluarga yang sulit, bukan karena media sosial.

Meta juga menyoroti berbagai fitur keamanan yang telah diluncurkan, seperti pengawasan orang tua dan "Akun Remaja" dengan batasan konten otomatis. Namun, ketika ditanya apakah ia akan menjanjikan dana bagi "korban media sosial", Zuckerberg secara tegas menolak.

"Saya tidak setuju dengan karakterisasi pertanyaan Anda," jawab Zuckerberg singkat.

Sidang ini menjadi pembuka dari lebih dari 1.500 gugatan serupa yang menanti Meta. Kini, keputusan berada di tangan juri: Apakah Meta benar-benar peduli pada keamanan anak, ataukah profit tetap menjadi panglima di atas segalanya? (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya