Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU pasar dan investor akan memantau seberapa bagus atau buruk inflasi Amerika Serikat sebelum bank sentral AS The Fed melakukan pertemuan.
Harga emas spot turun di bawah level kunci US$2.000 per ons, mencatat reversal tajam dari rekor tertinggi yang dicapai minggu lalu.
The Fed disebutkan bakal memutuskan kebijakan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 12-13 Desember 2023.
RUPIAH pada akhir perdagangan hari Jumat (8/12), melemah tipis seiring pasar menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).
Ia mengungkapkan penguatan emas pada pagi hari ini didorong penurunan imbal hasil obligasi yang signifikan serta optimisme pasar terkait kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed.
Sejauh ini, The Fed sudah mendapatkan apa yang ingin mereka dapatkan, dan sekarang harus bergerak dengan hati-hati.
Produk domestik bruto (PDB) AS meningkat dalam tingkat tahunan sebesar 5,2% pada kuartal III dan merupakan ekspansi tercepat sejak kuartal keempat 2021.
Data pertumbuhan ekonomi Amerika kuartal III 2023 mencapai 5,2%. Ini mencerminkan kenaikan pada investasi bisnis dan belanja pemerintah.
Pelaku pasar dan investor tampaknya semakin optimistis, bahwa kenaikan tingkat suku bunga pada bulan Desember tidak akan terjadi
HARGA emas terus melonjak, mencapai level tertinggi enam bulan pada Selasa (28/11). Harga emas kemungkinan akan berada di sekitar $2.000/oz untuk sementara waktu.
KEPALA Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut nilai tukar rupiah telah kembali menguat di tengah ketidakpastian global, karena terjaganya perekonomian
Bursa Asia bergerak melemah, pasar tampaknya merespon terkait risalah pertemuan The Fed.
Inflasi AS akhirnya melandai di mana secara antar bulan (MoM) turun dari 0,4% menjadi 0% dan secara tahunan (YoY) turun dari 3,7% menjadi 3,2%.
Inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) menurun lebih dari perkiraan pada bulan lalu. Ini menurut data pemerintah yang diterbitkan pada Selasa (14/11).
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/11) sore ditutup menguat di tengah pasar yang sedang mencermati rilis inflasi AS, nanti malam.
Sesuai dengan proyeksi banyak analis, tingkat suku bunga Bank Sentral Australia kembali naik dari 4,10% menjadi 4,35%, atau naik 20bps.
Seorang pejabat senior bank sentral Amerika Serikat (AS) memperkirakan penaikan suku bunga lagi akan diperlukan untuk menurunkan inflasi lebih lanjut.
Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,11 poin atau 0,56 persen ke posisi 908,31.
The Federal Reserve diperkirakan mengumumkan pada Rabu (1/11) bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga pada level tertinggi dalam 22 tahun.
EKONOMI Indonesia diramalkan bisa bertahan tumbuh di angka 5% di tahun ini, meski dinamika global masih diterpa ketidakpastian.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved