Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DATA inflasi Amerika Serikat yang rilis sebelum pertemuan The Fed, membuka mata pelaku pasar dan investor, bahwa tak mudah inflasi untuk bisa turun.
Inflasi AS secara bulanan (MoM) naik dari 0% menjadi 0,1%, meski secara tahunan (YoY) turun dari 3,2% menjadi 3,1%.
"Yang membuat pelaku pasar dan investor kecewa adalah inflasi inti AS tidak berubah di level 4%. Hal ini menggambarkan inflasi masih belum terkendali, dan merusak ekspektasi penurunan tingkat suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve pada Maret 2024," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Rabu (13/12).
Baca juga : Inflasi AS Turun Tipis pada November, Tekanan masih Ada
Untuk kedua kalinya, probabilitas penurunan tingkat suku bunga Fed Rate pada bulan Maret turun, sehingga menjadi 39,7% saat ini. Sejauh ini sebagian besar variabel telah turun dari level tertingginya.
Harus diakui bahwa pasar tenaga kerja AS masih sangat kuat, sehingga terus memberikan daya beli yang lebih besar kepada konsumen untuk belanja.
Baca juga : Investor Cermati Data Inflasi AS, Rapat Petinggi Tiongkok, dan Pertemuan BoJ
Inflasi inti AS secara bulanan (MoM) justru naik dari 0,2% menjadi 0,3%,. Tidak termasuk harga mobil bekas, harga barang inti sebetulnya turun hingga 0,6%, sehingga memberikan tekanan 10 basis poin terhadap inflasi secara umum.
Tempat tinggal masih tetap menjadi pendorong utama untuk inflasi umum, dan memberikan kontribusi sebesar 16 basis poin terhadap pertumbuhan inflasi bulanan.
Sektor energi, sejauh ini memberikan penurunan sebesar 16 basis poin terhadap inflasi AS. Penurunan harga minyak global telah menyebabkan harga bensin turun hingga 6%. Bensin memberikan kontribusi lebih dari 21 basis poin terhadap inflasi umum AS.
"Sejauh ini bila diperhatikan, penurunan inflasi inti mulai berpeluang terjadi meski masih butuh proses yang jauh lebih lama," kata Nico.
Sama seperti yang disampaikan oleh Powell, bahwa inflasi inti mulai berada di area penurunan, yang dalam kurun waktu 6 bulan, telah turun di bawah 3% untuk pertama kalinya sejak awal tahun 2021. Namun ketika berbicara target inflasi menuju 2%, saat ini jaraknya masih terpaut cukup jauh.
"Sehingga rasanya terlalu dini untuk membahas mengenai penurunan tingkat suku bunga Fed Rate pada bulan Maret 2024., namun kembali semua itu tergantung dengan data yang masuk nanti," kata Nico.
Saat ini The Fed juga mencari celah dalam pasar tenaga kerja, agar dapat mengendalikan permintaan di seluruh aspek yang ada. Karena data ketenagakerjaan AS begitu kuat, yang akan membuat inflasi justru bertahan lebih lama.
Semua akan kembali kepada pernyataan The Fed bahwa tingkat suku bunga akan berada di level yang tinggi untuk waktu yang cukup lama dan untuk jangan terlena dengan persepsi dan ekspektasi yang ada, karena inflasi belum terkendali.
"Hari ini pelaku pasar dan investor mungkin akan wait and see dengan situasi dan kondisi yang ada, sembari menantikan pertemuan The Fed nanti hari ini waktu setempat," kata Nico. (Z-4)
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Masih banyak trader masuk ke pasar saham tanpa pemahaman matang sehingga cenderung mengambil keputusan emosional.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved