Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI di Amerika Serikat (AS) turun tipis untuk bulan kedua berturut-turut pada November. Data pemerintah menunjukkan itu pada Selasa (12/12). Ini menjadi berita yang menggembirakan bagi para pembuat kebijakan yang berupaya mengendalikan harga.
Indeks harga konsumen (CPI), ukuran inflasi yang diawasi dengan ketat, naik 3,1% dari tahun lalu. Ini dikatakan Departemen Tenaga Kerja. Angka tersebut turun dari angka 3,2% di Oktober.
Perlambatan ini terjadi karena turunnya harga bahan bakar. Indeks bahan bakar turun 6,0%. Namun, angka inflasi sedikit lebih tinggi dari perkiraan. CPI naik 0,1% antara Oktober dan November. Tidak termasuk komponen pangan dan energi yang mudah berubah, kenaikan CPI stabil di angka 4,0%dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Inflasi Brasil kembali Melambat pada November
Angka-angka pada Selasa dirilis pada hari yang sama ketika Federal Reserve membuka pertemuan kebijakan terakhirnya tahun ini. Pejabat bank sentral dengan cepat menaikkan suku bunga pinjaman acuan sejak tahun lalu untuk menjinakkan inflasi yang membandel. Angka CPI secara keseluruhan telah turun tajam dari puncaknya sebesar 9,1% pada Juni 2022.
Para analis sebagian besar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini karena dampak penaikan suku bunga yang ada akan berdampak pada perekonomian terbesar di dunia tersebut. "Angka inflasi punya sedikit implikasi terhadap pertemuan The Fed pada Desember," kata Michael Pearce, ekonom utama AS di Oxford Economics.
Baca juga: Moody's Turunkan Prospek Peringkat Hong Kong ke Negatif
Dia menambahkan bahwa para pejabat, "Secara luas memberi isyarat untuk memperpanjang jeda dan tidak akan bereaksi berdasarkan data satu bulan. Untuk melihat penurunan suku bunga lebih awal, kita perlu melihat inflasi melambat lebih tajam, mungkin dibantu oleh perlambatan di pasar tenaga kerja yang membantu menurunkan pertumbuhan upah dan inflasi harga jasa," kata Pearce kepada AFP menjelang laporan terbaru.
Tekanan harga juga masih terjadi di area lain. "Indeks tempat tinggal terus meningkat pada November mengimbangi penurunan indeks bensin," kata Departemen Tenaga Kerja.
Ketika inflasi sedang turun, kepala ekonom EY Gregory Daco memperingatkan bahwa mungkin ada risiko pengetatan berlebihan dalam kebijakan moneter. Dia mencatat bahwa The Fed sangat bergantung pada data dalam pengambilan keputusan suku bunganya yang berhasil ketika inflasi meningkat atau stabil pada tingkat tinggi.
Namun, katanya, "Kita berada di dunia bahwa disinflasi terjadi lebih cepat dari perkiraan The Fed. Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa pada dasarnya, mereka akan memiliki kebijakan moneter yang terlalu ketat mengingat kondisi inflasi saat ini." (Z-2)
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% bulan ini menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dibuka menguat seiring harapan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved