Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA pemeringkat Moody's menurunkan prospek peringkat kredit Hong Kong menjadi negatif dari stabil pada Rabu (6/12). Ini menyusul perubahan serupa yang terjadi di Tiongkok sehari sebelumnya.
Perekonomian kota itu didukung oleh pembukaan kembali Tiongkok pascapandemi tetapi pemulihannya melambat pada paruh kedua tahun ini. Pemerintah pada bulan lalu merevisi perkiraan pertumbuhan setahun penuh menjadi 3,2%.
Moody's mengatakan pendorong utama prospek peringkat negatif Hong Kong ialah hubungan erat antara profil kredit pusat keuangan tersebut dan Tiongkok. "Perubahan dalam prospek peringkat Hong Kong mencerminkan penilaian Moody's terhadap hubungan politik, kelembagaan, ekonomi, dan keuangan yang erat antara Hong Kong dan daratan," kata lembaga tersebut dalam suatu pernyataan.
Baca juga: Brasil Tumbuhkan Ekonomi Kuartal III Sebesar 0,1%
Ini menjadi pertama kali Hong Kong kehilangan prospek peringkat stabil sejak Januari 2020. Badan tersebut mengatakan risiko-risiko negatif Tiongkok akan berarti risiko terhadap kelayakan kredit Hong Kong.
Ia menambahkan bahwa perubahan dalam hubungan kelembagaan dan politik merupakan elemen kunci dari risiko kota tersebut. "Menyusul tanda-tanda berkurangnya otonomi lembaga-lembaga politik dan peradilan Hong Kong, terutama dengan pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional pada 2020 dan perubahan pada sistem pemilu Hong Kong, Moody's memperkirakan semakin terkikis otonomi (kota) dalam mengambil keputusan politik, kelembagaan, dan ekonomi secara bertahap," katanya.
Baca juga: Ekonomi Afrika Selatan Kontraksi 0,2% pada Kuartal III
"Proses yang sedang berlangsung ini tercermin dalam penilaian Moody's terhadap kualitas lembaga eksekutif dan legislatif Hong Kong."
Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang luas di Hong Kong setelah bekas jajahan Inggris itu dilanda protes demokrasi yang besar dan terkadang disertai kekerasan pada 2019. Pihak berwenang sejak itu memecat tokoh-tokoh oposisi dari badan legislatif dan menerapkan sistem pemilu khusus patriot yang meluas hingga ke tingkat lokal.
Moody's juga mengatakan tren melemahnya pertumbuhan di Tiongkok daratan akan berdampak pada perekonomian Hong Kong, termasuk melalui perluasan peluang yang lebih lambat bagi Hong Kong sebagai pusat ekonomi dan keuangan regional yang utama. "Pada gilirannya, pertumbuhan yang lebih lemah di Hong Kong dapat mengikis penyangga fiskal pemerintah, karena dukungan terhadap perekonomian secara luas menyebabkan peningkatan belanja publik," tambahnya.
AFP telah menghubungi pemerintah Hong Kong untuk memberikan komentar. Badan tersebut sehari sebelumnya menurunkan prospek peringkat kredit Tiongkok menjadi negatif dengan alasan meningkatnya utang di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dan kekhawatiran terhadap sektor properti yang terpuruk.
Kementerian Keuangan Beijing mengatakan pihaknya kecewa dengan keputusan Moody's. Menurutnya, kekhawatiran lembaga tersebut terhadap prospek pertumbuhan dan fiskal berkelanjutan tidak perlu. (AFP/Z-2)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved