Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Mayoritas UMKM masih Sulit Akses Pembiayaan, Literasi Finansial Jadi Kunci

Naufal Zuhdi
18/12/2025 08:57
Mayoritas UMKM masih Sulit Akses Pembiayaan, Literasi Finansial Jadi Kunci
BFN Fest 2025(BFN Fest)

Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda. Data survei bank sentral menunjukkan bahwa 69,5% UMKM belum pernah mendapatkan kredit, padahal 43,1% di antara mereka menyatakan membutuhkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kebutuhan modal dan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan pembiayaan formal.

Isu tersebut mendorong perlunya peningkatan literasi finansial sejak dini, termasuk pemahaman tentang pengelolaan data dan identitas digital sebagai prasyarat utama dalam ekosistem keuangan modern yang serba digital.

Dalam konteks itu, Samir berkolaborasi dengan Privy menggelar talkshow bertajuk Anak Muda Melek Finansial: Peran Identitas Digital Biar Gampang Akses Pembiayaan dalam rangkaian BFN Fest 2025 di The Kasablanka Hall. Diskusi ini menghadirkan Hendra Wahyudin, Business Development Manager Samir, serta Rizky Desi Aggraeni, Senior Business Development Manager Privy, yang membahas pentingnya identitas digital dalam proses pembiayaan berbasis teknologi.

Hendra menjelaskan bahwa kegagalan pengajuan pembiayaan kerap bukan disebabkan oleh minimnya modal, melainkan oleh kualitas data peminjam yang tidak konsisten.

Risk assessment di platform pendanaan seperti Samir sangat bergantung pada data. Ketika identitas dan data operasional tidak rapi, sistem tidak bisa membaca profil risiko secara akurat. Akibatnya, pengajuan bisa tertolak meskipun secara potensi sebenarnya layak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedisiplinan menjaga rekam jejak finansial menjadi faktor penting, mulai dari kesesuaian nilai pinjaman dengan kemampuan bayar hingga konsistensi penggunaan data pribadi seperti KTP dan nomor telepon yang aktif dalam jangka panjang.

Sementara itu, Rizky menekankan bahwa identitas digital merupakan fondasi kepercayaan dalam ekosistem pembiayaan digital.

“Privy tidak hanya melakukan verifikasi identitas, tetapi memastikan data yang digunakan benar-benar valid dan dapat dipercaya. Dengan identitas digital yang kuat, proses onboarding jadi lebih aman, lebih cepat, dan meminimalkan risiko fraud,” jelasnya.

Menurut Rizky, solusi Digital ID memungkinkan pengguna memanfaatkan satu identitas digital terverifikasi untuk berbagai layanan keuangan lintas platform, sehingga proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih efisien dan konsisten.

Kolaborasi antara Samir dan Privy menunjukkan bahwa integrasi antara platform pendanaan digital dan penyedia identitas digital dapat memberikan dampak nyata bagi ekosistem keuangan. Mulai dari peningkatan akurasi penilaian risiko, penurunan potensi penipuan, hingga percepatan pengambilan keputusan pembiayaan.

Melalui diskusi interaktif, studi kasus, dan sesi tanya jawab, talkshow ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran anak muda dan pelaku usaha pemula akan pentingnya menjaga identitas digital sebagai aset strategis dalam mengakses layanan keuangan di masa depan. Dengan semangat membangun ekosistem yang inklusif dan tepercaya, Samir dan Privy menegaskan komitmen untuk terus mendorong literasi finansial dan pemanfaatan identitas digital guna memperluas akses pembiayaan bagi generasi muda Indonesia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya