Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Generasi Muda Kunci Transformasi dan Penguatan Manufaktur Nasional

Basuki Eka Purnama
02/3/2026 19:13
Generasi Muda Kunci Transformasi dan Penguatan Manufaktur Nasional
Ilustrasi(MI/HO)

SEKTOR manufaktur Indonesia kini berada di ambang transformasi besar yang menuntut pendekatan anyar. Di tengah percepatan digitalisasi, tekanan efisiensi, dan persaingan global yang kian tajam, kehadiran generasi muda dengan literasi teknologi tinggi dipandang sebagai faktor penentu daya saing industri nasional.

Pengusaha manufaktur, Eisenhower Rockefeller, menegaskan bahwa generasi muda memegang peran strategis sebagai "agen penyegar" bagi ekosistem industri konvensional yang sedang bertransformasi. Menurutnya, talenta muda membawa perspektif baru karena mereka tumbuh berdampingan dengan teknologi.

"Generasi muda membawa perspektif baru — mereka tumbuh bersama teknologi, memahami efisiensi digital, dan memiliki kemampuan adaptasi cepat terhadap perubahan. Ini adalah aset yang harus dimaksimalkan dalam penguatan struktur manufaktur kita," ujar Eisenhower.

Persimpangan Jalan Industri

Saat ini, industri manufaktur Indonesia berada di persimpangan jalan: tetap bertahan dengan model produksi konvensional atau melakukan lompatan menuju smart manufacturing yang berbasis data, otomasi, dan integrasi sistem. 

Eisenhower menekankan bahwa adopsi teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI) untuk optimasi produksi, serta digitalisasi rantai pasok bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan operasional mendesak.

Namun, tantangan besar muncul dari sisi distribusi talenta. Banyak anak muda Indonesia yang memiliki kapasitas akademik mumpuni di bidang coding, data analytics, hingga engineering design, namun mereka masih terkonsentrasi di sektor digital atau layanan.

"Banyak anak muda kita yang brilian... tapi masih terkonsentrasi di sektor digital atau layanan. Padahal, manufaktur adalah tulang punggung ekonomi produktif. Di sinilah nilai tambah riil diciptakan," imbuhnya.

Mengubah Mindset dan Persepsi

Untuk menarik minat talenta muda, Eisenhower menyoroti pentingnya mengubah persepsi publik terhadap industri manufaktur yang selama ini dianggap kaku dan tidak inovatif. Ia menjelaskan bahwa manufaktur modern sebenarnya adalah garda depan inovasi yang mencakup precision engineering, efisiensi energi, hingga ilmu material.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu (enabler), sementara kunci keberhasilan tetap terletak pada manusia yang menjalankannya. Generasi muda diharapkan tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga mau memahami operasional lapangan, struktur biaya, logistik, hingga regulasi guna menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

"Indonesia membutuhkan generasi industrialis baru, yang menguasai teknologi, memahami bisnis, dan peduli pada pembangunan ekonomi riil. Ini adalah momentum untuk mereka mengambil peran," pungkas Eisenhower.

Melalui pembangunan ekosistem manufaktur berbasis teknologi, diharapkan muncul generasi industrialis baru yang mampu memperkuat struktur industri nasional demi keberlanjutan ekonomi jangka panjang. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya