Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Keamanan Data Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Asia Tenggara

Ihfa Firdausya
28/1/2026 20:18
Keamanan Data Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Asia Tenggara
Ilustrasi(Kumo)

Sektor layanan kesehatan di kawasan Asia Pasifik, khususnya Asia Tenggara, tengah mengalami perubahan struktural yang signifikan. Peralihan dari pencatatan manual menuju sistem digital kini bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk menjawab tuntutan regulasi pemerintah, perlindungan data pasien, serta efisiensi operasional fasilitas kesehatan.

Seiring berkembangnya kebijakan kesehatan, setiap pusat layanan medis dituntut menerapkan rekam medis elektronik (RME) yang terintegrasi. Sistem ini berperan penting dalam menjaga keamanan data pasien, meningkatkan standar mutu pelayanan, serta mengurangi beban administratif yang selama ini menyita waktu tenaga medis dan pengelola klinik.

Digitalisasi menjadi krusial karena pengelola klinik tidak hanya berhadapan dengan kewajiban kepatuhan regulasi, tetapi juga persaingan layanan yang semakin ketat. Klinik dengan sistem digital yang matang dinilai lebih siap menghadirkan layanan yang cepat, akurat, dan konsisten, sekaligus meminimalkan risiko kebocoran serta penyalahgunaan data medis.

Dalam lanskap transformasi tersebut, Kumo memasuki fase pertumbuhan baru setelah satu dekade beroperasi. Berawal dari solusi operasional untuk klinik kecantikan, Kumo kini berkembang menjadi ekosistem layanan kesehatan terintegrasi yang digunakan oleh lebih dari 2.500 klinik dan 25.000 pengguna di Asia Tenggara.

Ekspansi regional Kumo mencakup Indonesia dan Thailand dengan empat lini solusi yang menyasar segmen layanan berbeda. Aoikumo dikembangkan untuk klinik kecantikan dan pusat kesehatan, kumoDent untuk klinik gigi, kumoVet untuk klinik dan layanan grooming hewan, serta kumoDoc yang mendukung praktik dokter umum.

Pengakuan terhadap platform ini tercermin dari diraihnya MD Asia Pacific ICT Awards 2024 serta penunjukannya sebagai Supporting Partner dalam program 100 Go Digital pada 2023 dan 2024. Di ranah pendidikan, Kumo juga mulai diadopsi oleh institusi seperti MAHSA University dan Penang International Dental College untuk memperkenalkan teknologi kesehatan digital kepada mahasiswa.

Pada level operasional, Kumo menjawab tantangan utama yang dihadapi pemilik klinik di Asia Tenggara, mulai dari kompleksitas regulasi, kewajiban penerapan RME, hingga perlindungan data pasien. Seluruh proses klinik, mulai pendaftaran pasien, pembayaran, manajemen operasional, hingga pelaporan ke regulator, terintegrasi dalam satu sistem terpadu.

Platform ini juga terhubung dengan berbagai layanan pihak ketiga yang umum digunakan, seperti WhatsApp, Google, LINE, dan Stripe, serta mendukung pengelolaan klaim Third Party Administrator (TPA), penagihan, dan pembayaran terintegrasi. Selain itu, Kumo menyediakan aplikasi khusus bagi dokter, pasien, dan perawat guna memperlancar koordinasi layanan sepanjang perjalanan perawatan pasien.

Dari sisi kepatuhan dan keamanan, Kumo telah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi serta SIRIM UKAS. Platform ini juga terintegrasi dengan SNOMED CT guna memastikan interoperabilitas data klinis lintas penyedia layanan kesehatan.

"Strategi pertumbuhan perusahaan sejak awal berfokus pada kolaborasi jangka panjang dengan pelanggan. Ia menekankan bahwa pengembangan platform dilakukan dengan mendengarkan kebutuhan klinik dan menyesuaikan teknologi agar tetap relevan dengan dinamika lapangan," ujar Pendiri Kumo, Kevin Nair.

Ke depan, Kumo juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu dokter dan pemilik klinik mengelola kompleksitas operasional, sehingga tenaga medis dapat lebih fokus pada kualitas perawatan pasien. Menurut Kevin, arah transformasi layanan kesehatan tidak lagi ditentukan oleh banyaknya fitur, melainkan oleh keterhubungan sistem yang cerdas dan interoperabel. Dalam dekade mendatang, ekosistem klinis yang terintegrasi dan berbasis AI diperkirakan akan menjadi penentu utama kualitas layanan rawat jalan di kawasan ini. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya