Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA yang bisa menolak daya tarik bubble tea? Minuman asal Taiwan yang memadukan teh, susu, dan butiran tapioka kenyal ini telah menjadi fenomena global. Di Inggris hingga Asia, gerai boba kini menjamur layaknya rantai kopi besar. Namun, di balik tampilannya yang instagramable, para ahli mulai menyuarakan kekhawatiran terkait dampak kesehatan yang tersembunyi.
Investigasi terbaru oleh Consumer Reports di Amerika Serikat menemukan adanya kadar timbal yang meningkat pada beberapa produk bubble tea. Masalah ini berakar pada bahan utamanya, tapioka. Tapioka berasal dari tanaman singkong yang memiliki karakteristik alami menyerap logam berat seperti timbal dari tanah tempatnya tumbuh.
Selain risiko kontaminasi, tekstur bola tapioka yang padat dan kaya pati juga dapat memicu masalah pencernaan. Mengonsumsi boba dalam jumlah besar diketahui dapat memperlambat pengosongan lambung (gastroparesis). Dalam kasus yang jarang terjadi, boba bahkan bisa menyebabkan penyumbatan total pada saluran pencernaan yang memicu mual, muntah, dan nyeri perut hebat.
Kasus medis ekstrem sempat menggemparkan Taiwan pada 2023. Dokter harus mengangkat lebih dari 300 batu ginjal dari seorang perempuan berusia 20 tahun yang dilaporkan rutin mengonsumsi bubble tea sebagai pengganti air putih. Kandungan oksalat dan fosfat tinggi dalam bahan-bahan minuman tersebut memang dikenal sebagai pemicu pembentukan batu ginjal jika dikonsumsi berlebihan.
Bahaya lain yang mengintai, terutama bagi anak-anak, adalah risiko tersedak. Butiran tapioka yang licin dapat terhirup secara tidak sengaja. Sebuah laporan tragis dari Singapura mencatat seorang remaja meninggal dunia setelah menghirup tiga butir boba saat mencoba menyedot minuman melalui sedotan yang tersumbat.
Kandungan gula dalam segelas bubble tea rata-rata mencapai 20-50 gram, jumlah yang setara atau bahkan melebihi satu kaleng soda. Tingginya asupan gula ini berkontribusi langsung pada peningkatan risiko:
Karies Gigi: Penelitian di Taiwan menunjukkan anak usia sembilan tahun yang rutin minum boba berisiko 1,7 kali lebih tinggi mengalami kerusakan gigi.
Penyakit Metabolik: Kombinasi gula dan lemak tinggi memicu obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit hati berlemak (fatty liver).
Salah satu temuan yang paling tak terduga adalah kaitan antara konsumsi boba dengan kesehatan mental. Studi di Tiongkok menemukan anak-anak dan orang dewasa (termasuk tenaga medis) yang sering mengonsumsi bubble tea melaporkan tingkat kecemasan, depresi, dan kelelahan kerja (burnout) yang lebih tinggi. Meski hubungan sebab-akibat langsung masih sulit dibuktikan, pola konsumsi tinggi gula secara konsisten berkorelasi dengan kesejahteraan mental yang lebih rendah.
Meski daftar risikonya cukup panjang, bukan berarti bubble tea harus dihapus sepenuhnya dari menu Anda. Para ahli menyarankan untuk menjadikannya sebagai camilan sesekali, bukan konsumsi harian. Salah satu tips keamanan sederhana: cobalah minum langsung dari gelas tanpa sedotan besar untuk mengurangi risiko tersedak dan memberi kontrol lebih baik saat menelan. (Science Daily/Z-2)
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved