Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Di era digital yang terus berkembang, transformasi digital bukan hanya sekadar tren. Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak dalam berbagai bidang, termasuk di bidang kesehatan. Transformasi digital diperlukan untuk meningkatkan efisiensi layanan kesehatan. Namun, transformasi digital dalam sektor kesehatan bukannya tanpa tantangan. Keterbatasan infrastruktur, masalah keamanan data, dan kurangnya sumber daya manusia yang terampil menjadi hambatan utama. Ditambah meningkatnya ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi terhadap layanan kesehatan. Sedikit ada ketidaksesuaian dengan ekspektasi masyarakat dapat menimbulkan masalah yang merepotkan.
Meskipun demikian, dampak positif dari transformasi digital sangat signifikan. Berbagai manfaat dirasakan dengan adanya perkembangan era digital di bidang kesehatan. Termasuk peningkatan akses layanan, manajemen informasi yang lebih baik, dan kepuasan pasien yang lebih tinggi.
Untuk itu mengimbangi perkembangan era digital diperlukan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) secara efektif di Puskesmas. Apalagi ditambah dengan maraknya media sosial. Segala hal bisa menyebar dengan cepat, termasuk permasalahan di Puskesmas. Netizen adalah raja adalah metafofora yang nampaknya sesuai kondisi saat ini. Oleh karena itu, strategi manajemen SDM yang tepat sangat diperlukan agar tenaga kesehatan mampu beradaptasi dan mampu mengelola perubahan ini dengan baik.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi pengembangan SDM yang komprehensif. Abidin, AZ (2024) dalam bukunya yang berjudul Inovasi Dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan SDM dengan fokus pada upskilling sebagai strategi utama. Organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan memiliki karyawan yang terus belajar akan memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan Puskesmas untuk dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Penerapan teknologi digital dalam manajemen SDM di Puskesmas sangat penting untuk meningkatkan efisiensi kerja. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain dengan membuat Sistem Informasi Kepegawaian Terpadu, yaitu menggunakan sistem berbasis digital untuk pencatatan data pegawai, jadwal kerja, serta evaluasi kinerja tenaga kesehatan. Selain itu juga dengan Absensi Digital, yaitu menggunakan fingerprint atau face recognition untuk memastikan kedisiplinan pegawai.
Dari sisi data pasien, sejak tahun 2022 pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah membuat arah digitalisasi. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 24 Tahun 2022, penyelenggara layanan kesehatan diwajibkan untuk menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME), yaitu pengelolaan data pasien berbasis elektronik. RME ini sangat membantu untuk mengurangi penggunaan dokumen fisik dan mempercepat akses informasi pasien.
Digitalisasi beberapa aspek di atas sangat bermanfaat untuk efisiensi waktu. Terutama penggunaan RME sangat berguna mengurangi waktu tunggu pasien dan mempercepat pasien mendapat layanan dari dokter dan layanan penunjangnya. Selain itu hasilnya juga lebih valid karena adanya teknologi mengurangi peluang terjadinya kesalahan akibat kelalaian manusia.
Setelah semua perangkat untuk digitalisasi siap, ada hal penting yang perlu dilakukan, yaitu penguatan kompetensi pegawai melalui pelatihan. Hal ini diperlukan untuk memastikan pegawai yang ada menguasai perangkat tersebut dengan baik. Sehingga tujuan digitalisasi tercapai. Jangan sampai terbalik. Ada beberapa kejadian pegawai diikutkan pelatihan lebih dulu, tetapi kemudian perangkat yang diturunkan ke unit layanan berbeda jenis atau kualifikasinya. Akhirnya tujuan pelatihan tidak tercapai dengan optimal.
Selain pelatihan yang berkaitan dengan perangkat digital, tak kalah penting pelatihan kepribadian, teknik komunikasi, dan pengelolaan emosi. Di era yang serba digital, dalam hitungan detik kejadian di suatu tempat bisa menyebar di seantero tanah air. Petugas di layanan kesehatan dituntut bisa melayani dengan ’sempurna’. Mengobati yang sakit, memberi penjelasan sebaik mungkin pada pasien dan keluarganya, hingga menenangkan keluarga yang seringkali terbawa emosi. Hal seperti ini bila tidak dikelola dengan baik dapat menjadi masalah yang membesar. Seperti kobaran api di Los Angeles yang ditiup angin Santa Ana. Petugas Puskesmas perlu pelatihan mengelola emosi agar bisa melayani dengan profesional. Masalah di rumah tak boleh terbawa di Puskesmas.
Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan. Strategi yang dapat diterapkan antara lain meliputi pelatihan tatap muka (In-Class Training), pelatihan daring (Online Training), maupun workshop dan simulasi. Pelaksanaan pelatihan tersebut dapat melalui kolaborasi dengan instansi terkait maupun institusi pendidikan. Menjalin kerja sama dengan universitas dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi transformasi digital merupakan alternatif pilihannya.
Transformasi manajemen SDM di Puskesmas juga harus didukung dengan sistem penghargaan dan motivasi yang tepat. Kurangnya penghargaan pada karyawan dapat berdampak menurunnya kinerja bahkan hingga pengunduran diri. Tentu hal ini tidak baik bagi kinerja Puskesmas.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain pemberian kompensasi berbasis kinerja, yaitu memberikan insentif bagi tenaga kesehatan yang memiliki kinerja unggul dalam penerapan teknologi. Selain itu juga bisa dengan memberikan pengakuan dan penghargaan bagi tenaga medis yang berkontribusi dalam inovasi pelayanan berbasis digital. Dan perlu dipertimbangkan adanya fleksibilitas kerja dengan mengadopsi model kerja hybrid bagi tenaga kesehatan tertentu untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas.
Dari ulasan tadi dapat disimpulkan bahwa transformasi dalam manajemen SDM di Puskesmas adalah suatu keniscayaan. Transformasi dalam manajemen SDM di Puskesmas bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menghadapi tantangan era digital dan memastikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Indonesia. Dengan strategi yang tepat, seperti digitalisasi administrasi dengan dukungan infrastruktur yang memadai, pelatihan kompetensi petugas, pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan, serta pemberian reward yang sesuai, Puskesmas dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan bagi masyarakat. Dengan demikian, Puskesmas di Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan era digital dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat. (Z-11)
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan Bale Syariah by BSN untuk mendorong transaksi digital, menargetkan pertumbuhan pengguna dua kali lipa
Perkembangan teknologi, kemudahan akses informasi, serta pesatnya pertumbuhan platform e-commerce dan media sosial telah mengubah cara konsumen dalam memilih produk.
Industri CRM ke depan akan makin insight-driven, bahkan sudah banyak yang mengklaim AI-enabled/AI-native CRM.
SEBAGAI salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional yang berperan aktif dalam pengembangan industri terkait, BRI Life menjalankan berbagai inisiatif transformasi digital.
Sektor layanan kesehatan di kawasan Asia Pasifik, khususnya Asia Tenggara, tengah mengalami perubahan struktural yang signifikan.
PERCEPATAN transformasi digital dibutuhkan untuk memajukan berbagai bidang, termasuk dalam memajukan dan memperkuat jejaring organisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved