Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

TEDxSVP 2026 Hadirkan Gagasan Adaptif bagi Generasi Muda

Budi Ernanto
19/2/2026 14:05
TEDxSVP 2026 Hadirkan Gagasan Adaptif bagi Generasi Muda
TEDxSVP.(DOK VICTORY PLUS)

TEDxSVP kembali digelar untuk keempat kalinya dengan kemasan yang lebih meriah sebagai wadah pertukaran ide dan gagasan inspiratif bagi generasi muda. Bertempat di Sekolah Victory Plus, kegiatan ini berlangsung pada Jumat (13/2) dan menghadirkan 11 pembicara yang terdiri atas siswa serta pembicara tamu dari berbagai latar belakang.

Di tengah percepatan perubahan global yang menyentuh ranah teknologi, sosial, budaya, hingga lingkungan, kemampuan beradaptasi menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Mengangkat tema Indispensable Shifts, TEDxSVP mendorong peserta untuk melihat perubahan sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk tumbuh sekaligus memberi dampak positif.

Acara dibuka dengan penampilan tari etnik yang dibawakan siswa SMP Sekolah Victory Plus. Setelah itu, sesi utama berlangsung dalam empat bagian dengan topik dan sudut pandang yang beragam. Di antara sesi tersebut, suguhan hiburan turut dihadirkan untuk menjaga energi dan antusiasme audiens. Atika, salah satu siswa SVP yang pernah tampil sebagai pembicara pada penyelenggaraan TEDxSVP sebelumnya, menyampaikan apresiasinya terhadap keseluruhan acara.

“Performancenya keren, dan semua sesi sangat menginspirasi,” ujar Atika.

Tiga pembicara tamu memberikan perspektif yang relevan dengan tantangan masa kini. Ario Ananggadipa Putra, Chief of Product Officer & Head of Research di GRID, membagikan cara membaca peluang dan mengenali kesempatan di tengah berbagai tantangan. Budi Christanto, dosen sekaligus alumni Sekolah Victory Plus dan Co-Founder Burpee.id, mengajak audiens untuk tetap memanusiakan manusia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial. Sementara itu, Melvin Hade, Co-Founder Kayella Consumer Partners, mengajak peserta melakukan refleksi agar tidak tertinggal oleh ritme kehidupan yang semakin cepat.

“Saya harap TEDxSVP bisa menjadi platform yang menginspirasi siswa dan juga anak muda di seluruh Indonesia, bahkan dunia, dalam menyikapi kehidupan, teknologi, dan isu global. Ini adalah inisiatif yang luar biasa, dan saya rasa siswa Sekolah Victory Plus sangat beruntung memiliki acara seperti ini,” ujar Melvin Hade, salah satu pembicara tamu.

Selain pembicara tamu, delapan siswa turut tampil di panggung TEDxSVP, terdiri dari dua siswa SD serta enam siswa SMP dan SMA. Mereka membawakan topik yang dekat dengan keseharian pelajar. Salah satunya adalah Alyssa Izzahrania, siswa SD, yang memaparkan hasil eksperimennya terkait penggunaan gawai pada anak-anak. Alyssa melakukan survei terhadap 52 teman sebayanya untuk memahami pola penggunaan gadget serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembicara siswa lainnya, Shafa Maharani Lubis, mengajak peserta menjalani kehidupan dengan prinsip LIVE, yakni Listen, Inquire, Venture, dan Evolve. Melalui konsep tersebut, Shafa menekankan pentingnya mendengarkan dengan empati, keberanian bertanya, kesiapan melangkah, serta kemauan untuk terus berkembang dalam menghadapi perubahan.

Antusiasme juga datang dari para orang tua yang hadir. Nyoman Purnaya, salah satu orang tua murid, menyampaikan kesannya terhadap penyelenggaraan TEDxSVP.

“Sangat inspiratif, terutama dari anak-anak SVP. Semuanya memberikan hal-hal baru, khususnya bagi saya sebagai generasi sebelum mereka dalam memanfaatkan teknologi,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan TEDxSVP, Sekolah Victory Plus kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang aman bagi siswa agar mampu berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, dan siap menghadapi dinamika zaman. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi panggung berbagi ide, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya pemimpin muda yang adaptif dan memiliki daya saing global. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya