Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN pola hidup sehat harus diterapkan sejak dini. Meningkatkan kesehatan generasi muda merupakan langkah strategis mewujudkan anak bangsa yang berdaya saing di masa depan.
"Pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat sejak dini harus terus ditingkatkan, sehingga kesadaran anak bangsa mewujudkan generasi yang kuat dan tangguh terus tumbuh," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/6).
Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 mengungkap para perokok umumnya mulai merokok di usia sekolah. Mereka memulai kebiasaan tak sehat itu saat berusia 15-19 tahun (56,5%) disusul perokok usia 10-14 tahun (18,4%).
Baca juga : Transparansi dalam Proses PPDB Harus Ditingkatkan
Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi perokok usia 10-18 tahun telah menunjukkan penurunan menjadi 7,4%. Namun, angka itu terbilang tinggi jika dibandingkan dengan target RPJMN 2024-2029 sebesar 5,4% serta angka prevalensi satu dekade lalu sebesar 7,2%.
Menurut Lestari, catatan survei tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata agar target yang telah ditetapkan benar-benar bisa direalisasikan.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat membangun pola hidup sehat harus dilakukan sejak di lingkungan keluarga, sehingga diharapkan para orangtua juga mampu mengedukasi agar hidup sehat menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Dukungan semua pihak, jelas Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, sangat diperlukan agar dorongan mewujudkan pola hidup sehat dapat berlangsung secara masif. Selain itu, tambah Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, teladan dari para pemangku kepentingan serta para tokoh publik juga sangat diperlukan dalam membangun kesadaran pola hidup sehat dalam keseharian.
Perencanaan yang telah ditetapkan, menurut Rerie, harus segera direalisasikan dengan langkah nyata agar berbagai target pembangunan yang memerlukan dukungan kesehatan yang prima dari setiap warga negara, dapat segera diwujudkan. (Z-2)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong peningkatan literasi masyarakat sebagai fondasi menghadapi tantangan berbangsa. Pentingnya berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan opsi pembelajaran daring untuk penghematan BBM harus dipersiapkan matang, termasuk kesiapan SDM.
POSKO Mudik Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Tengah (Jateng) layani pemudik tetap bugar menuju kampung halaman di momen libur Lebaran 2026.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kebinekaan harus menjadi kekuatan bangsa di tengah momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved