Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Psikolog Klinis (IPK) Indonesia memberikan rekomendasi pada orangtua untuk menerapkan aturan yang tepat pada anak yang gemar bermain gim online.
"Gim online atau produk elektronik yang lain memiliki dampak yang serius bagi beragam aspek perkembangan anak sejak dini, terutama jika
terpapar secara berlebihan dan tidak sesuai usia," kata Anggota IPK Indonesia Gisella Tani Pratiwi, dikutip Kamis (7/8).
Psikolog klinis anak dan remaja lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan orangtua perlu menyesuaikan aturan bermain gim online dengan
waktu untuk belajar agar seimbang. Aturan tidak hanya mencakup soal waktu tetapi juga jenis permainan yang diperbolehkan.
Dari jenis permainan, berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP), Gisella mengatakan anak usia 18 bulan ke bawah tidak dianjurkan untuk memiliki waktu menatap layar (screen time) atau penggunaan layar elektronik termasuk televisi, karena membahayakan perkembangan kemampuan berinteraksi sosial maupun stimulasi fisik.
Masuk ke usia 18 bulan sampai 2 tahun, waktu screen time dibatasi hanya dengan media edukasi dan bimbingan orangtua maupun
video chatting.
Di usia 2-5 tahun, disarankan anak tidak memainkan gim lebih dari satu jam per hari untuk materi non-edukasi karena screen time yang berlebihan akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan bahasa, kemampuan berpikir, dan perkembangan sosio emosional.
Usia 5-12 tahun waktu bermain gim tidak lebih dari 2 jam per hari di luar tugas sekolah.
"Penting untuk menyeimbangkan screen time dengan aktivitas fisik maupun interaksi sosial secara langsung," ucap dia.
Memasuki usia remaja yakni kurang lebih 13 tahun ke atas, Gisella menekankan perlu kesepakatan untuk mengelola screen time dan adanya rasa tanggung jawab untuk itu.
"Jika pada usia sebelumnya, anak menjalani pengaturan yang konsisten seperti yang disebutkan sebelumnya, maka kemungkinan besar anak
remaja tidak terlalu bergantung pada screen time termasuk gim online dan perlu ditambah pengayaan dan diskusi mengenai materi-materi yang
aman dikonsumsi dan mengembangkan kemandirian dan skill pengelolaan diri untuk menggunakan media secara efektif," katanya.
Seiring bertambahnya usia anak diharapkan mendapatkan bimbingan untuk menyeimbangkan dengan kegiatan sosial, fisik, serta keterlibatan dengan keluarga atau pihak lain yang dipercayanya.
Dalam hal ini, orangtua atau anggota keluarga lain perlu menjadi teladan yang menampilkan perilaku baik dan sesuai dengan aturan yang sudah disepakati. Komunikasikan aturan sesuai perkembangan bahasa dan kemampuan berpikir anak mengenai pentingnya mengelola waktu bermain gim online.
Gisella menyatakan bahwa kuncinya terletak pada pemberian pemahaman terus menerus agar anak dapat mengerti dampak baik dan buruknya. Hal ini amat penting untuk menyiasati agar anak tidak ketergantungan gim online mengingat dampak psiko-sosialnya yang besar.
Di samping adanya aturan yang berlaku, keluarga perlu mencari alternatif kegiatan yang menarik untuk anak.
Namun, jika anak menunjukkan adanya adiksi bermain gim dan melanggar aturan yang sudah disepakati bersama, ia menyarankan agar anak dijauhkan dulu dari permainan tersebut. (Ant/Z-1)
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved