Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Dorong Kapasitas Murid Secara Berkelanjutan lewat Penguatan Proses Belajar,

Despian Nurhidayat
11/2/2026 11:22
Dorong Kapasitas Murid Secara Berkelanjutan lewat Penguatan Proses Belajar,
MMSGI dan Line menggelar Program CSR Bigger Dream Fase 3.(MMSGI)

Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE). Program ini resmi ditutup melalui serah terima hasil kegiatan kepada Yayasan Syarif Hidayatullah di Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (7/2).

Melalui Bigger Dream, MMSGI menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas murid tidak hanya lewat perbaikan fasilitas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan.

Program Bigger Dream dijalankan sepanjang 2025 hingga awal 2026 dalam tiga fase yang saling terintegrasi. Fase pertama difokuskan pada penyiapan lingkungan belajar yang layak melalui renovasi dan pembersihan sekolah dengan dukungan MMS Land, sehingga murid dan tenaga pengajar memiliki ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas pendidikan sehari-hari.

Fase kedua menjadi inti penguatan proses pembelajaran. Pada tahap ini, karyawan MMSGI terlibat langsung sebagai fasilitator belajar sesuai jenjang pendidikan murid. Untuk murid sekolah dasar, kegiatan storytelling dirancang untuk menumbuhkan keberanian bermimpi, rasa percaya diri, serta kemampuan menyampaikan ide secara sederhana. Murid sekolah menengah pertama mengikuti kelas vision board yang membantu mereka mengenali potensi diri, menetapkan tujuan, dan memvisualisasikan rencana masa depan secara lebih terstruktur. Sementara itu, murid SMK mendapatkan pengenalan dasar perencanaan usaha melalui pembelajaran Business Model Canvas guna membangun pola pikir kewirausahaan dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Fase ketiga berfungsi sebagai ruang aktualisasi hasil belajar. Pada tahap ini, murid mempresentasikan vision board, menampilkan karya seni, serta mengikuti bazar hasil karya dan rancangan usaha sederhana. Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, dan kepercayaan diri murid dalam menyampaikan gagasan di hadapan publik.

Secara keseluruhan, program ini melibatkan 185 karyawan MMSGI yang berperan sebagai donatur sekaligus relawan. Kontribusi mereka mencakup renovasi sekolah, fasilitasi sesi pembelajaran, pendampingan murid, hingga dukungan logistik selama program berlangsung.

Melalui kolaborasi MMSGI dan Yayasan LINE, Program Bigger Dream Fase 3 berhasil merealisasikan renovasi 10 fasilitas sekolah, terdiri atas delapan ruang kelas dan dua fasilitas sanitasi. Program ini memberikan manfaat langsung kepada 232 penerima manfaat, yakni 207 murid lintas jenjang pendidikan dan 25 tenaga pengajar, serta dilengkapi distribusi tas sekolah dan alat tulis untuk mendukung aktivitas belajar.

Total nilai donasi program mencapai sekitar Rp1 miliar, dengan Rp256.377.884 di antaranya berasal dari kontribusi sukarela karyawan MMSGI. Angka ini mencerminkan kuatnya budaya kepedulian sosial dan kolaborasi internal perusahaan.

CEO MMSGI Sendy Greti menyampaikan bahwa Bigger Dream dirancang sebagai investasi sosial jangka panjang di bidang pendidikan.

“Bigger Dream tidak hanya menghadirkan perbaikan fasilitas, tetapi membuka ruang interaksi pembelajaran antara karyawan dan murid. Melalui kegiatan volunteering, kami ingin berbagi pengalaman, membangun kepercayaan diri anak-anak, serta membantu mereka berani menetapkan mimpi yang besar sejak dini,” ujar Sendy Greti.

Ketua Yayasan LINE Muhammad Bihar menambahkan bahwa keterlibatan relawan menjadi kunci keberlanjutan dampak program.

“Keterlibatan langsung relawan menjadi pembeda utama program ini. Murid tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan inspirasi yang membentuk cara berpikir dan motivasi mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Ari Tri Handini menilai pendekatan pembelajaran yang diterapkan memberikan dampak nyata bagi murid.

“Pendekatan pembelajaran melalui storytelling, vision board, dan pendampingan langsung sangat relevan bagi murid kami. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mulai memahami potensi serta tujuan masa depannya,” ujarnya.

Ke depan, MMSGI bersama Yayasan LINE berencana melanjutkan Program Bigger Dream dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan pendekatan volunteering berbasis keahlian yang semakin terstruktur. Program ini akan terus dikembangkan dengan mengombinasikan dukungan fasilitas, pengayaan proses belajar, dan keterlibatan relawan lintas disiplin. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya