Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional

Naufal Zuhdi
15/3/2026 02:41
PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional
Komitmen PLN Enjiniring dalam menjalankan program CSR dan keberlanjutan mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan, antara lain TOP CSR Awards 2025 #Star 4 dan TOP Leader on CSR Commitment 2025.(PT. PLN Enjiniring)

TRANSFORMASI sektor energi menuju sumber listrik yang lebih bersih tidak hanya menuntut perubahan teknologi, tetapi juga penyesuaian strategi bisnis perusahaan di sektor ketenagalistrikan. Seiring dengan agenda transisi energi nasional, perusahaan mulai mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam berbagai aktivitas operasional, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan.
 
Pendekatan tersebut diterapkan oleh PT PLN Enjiniring yang mengubah paradigma corporate social responsibility (CSR) dari sekadar kegiatan filantropi menjadi bagian dari strategi bisnis dan dukungan terhadap agenda transisi energi nasional.
 
Direktur Utama PLN Enjiniring Chairani Rachmatullah mengatakan bahwa kebijakan CSR perusahaan kini dirancang selaras dengan arah transformasi bisnis dan kebijakan energi pemerintah.
 
Menurut Chairani, sebagai perusahaan engineering yang mendukung proyek infrastruktur ketenagalistrikan, PLN Enjiniring harus memastikan seluruh strategi perusahaan selaras dengan kebijakan pemerintah serta arah transformasi energi yang dijalankan oleh PLN sebagai induk usaha.
 
"Misi utama kami adalah memastikan kesiapan engineering untuk seluruh proyek infrastruktur ketenagalistrikan. Karena itukami harus selaras dengan kebijakan pemerintah dan transformasi energi menuju sumber yang lebih bersih," ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (14/3).
 
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan menjalankan program transformasi bisnis sejak 2024 yang dirancang berlangsung hingga 2030. Transformasi ini mencakup enampilar strategis yang dikenal dengan konsep 6G Transformation, yaitu Groom Talent and Culture, Grow Core, Gain New, Guard Value, Go Digital, serta Global Partnership.
 
Melalui enam pilar tersebut, perusahaan menjalankan berbagai program untuk memperkuat kapasitas organisasi, mengembangkan proyek energi baru dan terbarukan (EBT), meningkatkan kualitas layanan engineering, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memperluas kolaborasi global.
 
Chairani menilai pendidikan menjadi sektor strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan industri energi di masa depan, termasuk perkembangan teknologi energi baru dan terbarukan.
 
Selain memperkuat program sosial, PLN Enjiniring juga memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Program CSR perusahaan mengacu pada tujuh subjek inti ISO 26000, antara lain tata kelola organisasi, hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, lingkungan, praktik operasi yang adil, isu konsumen, serta pelibatan dan pengembangan masyarakat.
 
Untuk memastikan implementasi kebijakan keberlanjutan berjalan efektif, perusahaan membentuk Komite Sustainability yang bertugas mengawal kebijakan, implementasi program, sertapelaporan keberlanjutan perusahaan.
 
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring Anita Widyiastuti menambahkan bahwa pendekatan keberlanjutan juga diintegrasikan dengan sistem manajemen risiko perusahaan. Menurutnya, risiko terkait ESG kini menjadi bagian dari kerangka manajemen risiko perusahaan sehingga setiap proyek dan investasi juga mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, serta risiko perubahan iklim.
 
Pendekatan tersebut turut mendukung implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang menargetkan peningkatan kapasitas energi baru dan terbarukan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Mitigasi risiko iklim dilakukan melalui pengembangan smart grid, pembangkit fleksibel, serta teknologi penyimpanan energi.
 
Dalam implementasinya, perusahaan memiliki dua program CSR unggulan, yakni Engineer Mengajar dan PLNE Pintar. Sepanjang 2025, program ini telah dilaksanakan di empat kampus dengan partisipasi sekitar 400 mahasiswa.
 
Sementara itu, untuk program PLNE Pintar sepanjang periode 2024–2025, perusahaan mengalokasikan sekitar Rp810 juta untuk menjalankan berbagai program CSR tersebut.
 
Untuk memastikan efektivitas program, perusahaan juga menerapkan sistem pengukuran berbasis dampak sosial melalui metode Social Return on Investment (SROI). Hasil pengukuran menunjukkan beberapa program memberikan manfaat sosial yang signifikan, seperti program bantuan fasilitas pendidikan yang menghasilkan nilai SROI 5,8. Artinya, setiap Rp1 yang dikeluarkan perusahaan mampu menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp5,8 bagi masyarakat.
Secara lebih luas, pendekatan integrasi CSR dengan strategi bisnis dan ESG juga menjadi tren yang semakin kuat di sektor energi, khususnya di lingkungan BUMN. Perusahaan energi kini tidak lagi memandang CSR sebagai kegiatan sosial yang berdiri sendiri, melainkan sebagai instrumen untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, meningkatkan penerimaan sosial terhadap proyek energi, serta mendukung agenda transisi menuju energi rendah karbon.

Komitmen PLN Enjiniring dalam menjalankan program CSR dan keberlanjutan mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan, antara lain TOP CSR Awards 2025 #Star 4, TOP Leader on CSR Commitment 2025, serta Best TJSL & CSR Award in Environmental Category. Tahun ini, perusahaan kembali menjadi salah satu kandidat penerima TOP CSR Awards 2026. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya