Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda, terutama di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
“Pendidikan Pancasila bukan sekadar transfer pengetahuan. Ia adalah proses pembentukan watak dan kepribadian bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus hidup dan tercermin dalam perilaku sehari-hari peserta didik,” tegasnya dalam diskusi kelompok terpumpun (DKT) bertajuk Kajian Strategi Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Membentuk Karakter Siswa yang digelar di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (26/2).
Menurutnya, disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, arus informasi tanpa filter, hingga meningkatnya perundungan dan intoleransi menjadi tantangan nyata dunia pendidikan saat ini. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya membekali siswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus memperkuat integritas, empati, dan semangat kebangsaan.
“Kalau karakter anak-anak kita kuat, mereka tidak akan mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tambahnya.
Pada kegiatan itu, Yudian juga menyerahkan 2.430 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan pembelajaran Pancasila di satuan pendidikan. Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BPIP terhadap dunia pendidikan di daerahnya. Ia menilai penyerahan ribuan buku tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi karakter generasi muda Pamekasan.
Menurutnya, Kabupaten Pamekasan yang memiliki kekayaan budaya dan religiusitas tinggi sangat membutuhkan penguatan nilai kebangsaan agar generasi muda mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar nilai-nilai Pancasila benar-benar terimplementasi dalam proses pembelajaran di sekolah,” tambahnya.
Selain itu, Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Surahno menekankan pentingnya memahami Pancasila secara historis dan filosofis. Ia mengulas kembali proses perumusan dasar negara, mulai dari pidato Sukarno pada 1 Juni 1945, pembahasan dalam sidang BPUPK, hingga pengesahan konstitusi setelah Proklamasi Kemerdekaan oleh Mohammad Hatta bersama Sukarno pada 17 Agustus 1945.
“Pancasila bukan lahir secara tiba-tiba. Ia digali dari nilai-nilai yang telah hidup dalam peradaban bangsa. Karena itu, tugas kita hari ini adalah memastikan nilai tersebut terus diaktualisasikan dalam pendidikan dan kebijakan negara,” ujarnya.
Pusat kurikulum dan pembelajaran, Kemendikdasmen, Sapto Aji, menambahkan bahwa penguatan karakter Pancasila telah terintegrasi dalam kebijakan kurikulum dan capaian pembelajaran. Ia menekankan pentingnya pembelajaran mendalam (deep learning) yang bermakna dan kontekstual.
“Karakter tidak cukup diajarkan, tetapi harus dibiasakan. Pembelajaran harus dirancang agar peserta didik memahami, merasakan, dan melakukan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian,” ungkapnya. (M-3)
Laporan medis terbaru menunjukkan lonjakan kasus diabetes tipe 2 yang signifikan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun.
TEDxSVP mendorong peserta untuk melihat perubahan sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk tumbuh sekaligus memberi dampak positif.
Pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
Akmal juga mengingatkan pentingnya membangun orientasi generasi muda agar tidak semata terfokus pada teknologi digital, tetapi tetap menyadari jati diri Indonesia sebagai negara agraris.
Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia menuntut keterlibatan nyata lintas generasi, khususnya generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved