Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PIJAR Foundation memulai rangkaian Impact Leaders Fellowship 2026 melalui acara Kick-off Launching yang digelar di Garuda Sparks Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya program fellowship intensif berdurasi tiga bulan yang ditujukan bagi fresh graduates dan profesional muda.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda melalui pengalaman praktik langsung, pengayaan perspektif strategis, serta pengembangan jejaring lintas sektor, khususnya di bidang dampak sosial, filantropi, dan kewirausahaan berkelanjutan.
Impact Leaders Fellowship 2026 mengusung pendekatan pembelajaran terpadu yang memadukan case-based learning, pendampingan mentor, dan pengalaman industry immersion. Acara peluncuran dihadiri lebih dari 100 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pemimpin komunitas, praktisi organisasi sosial, perwakilan NGO dan lembaga filantropi, wirausaha berdampak, influencer, hingga para ecosystem enablers yang memiliki komitmen terhadap perubahan sosial.
Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira Fediva Tamzil, membuka acara dengan menekankan pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
“Impact Leaders Fellowship lahir dari keyakinan bahwa memasuki dunia kerja tidak harus berarti meninggalkan nilai yang diyakini. Moral compass tidak perlu dikompromikan. Ia perlu diasah, diuji, dan dipertemukan dengan realitas,” ujar Cazadira.
Agenda acara turut diisi dengan keynote speech dari Ferro Ferizka, Staf Khusus Bidang Inovasi dan Kerja Sama Kemenko PMK, serta sesi perkenalan para mentor program. Mereka antara lain Rifki Weno selaku Executive Director ASEAN Business Advisory Council, Irfan Prabowo sebagai CEO Infipop, Devina Mahendriyani selaku Head of Girls Beyond, serta William Sudhana sebagai Builder Kumpul Leaders.
Impact Leaders Fellowship merupakan program unggulan Pijar Foundation yang bertujuan menyiapkan talenta muda untuk membangun karier di sektor social impact melalui proses pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada tantangan nyata di Indonesia. Proses seleksi peserta dibuka pada Februari dengan tahapan penyaringan CV, pertanyaan singkat, portofolio social impact, video, hingga wawancara.
Tahap awal program diawali dengan fase Problem Framing berbasis studi kasus bergaya Harvard yang mengangkat berbagai krisis aktual di Indonesia. Fase ini dilaksanakan melalui sesi live interaktif bersama figur nasional, pemimpin industri, dan para praktisi terkait.
Setelah membangun fondasi analisis masalah, peserta mengikuti Industry Immersion secara luring. Dalam fase ini, para fellows ditempatkan dalam kelompok kecil untuk belajar langsung dari para profesional senior melalui kunjungan perusahaan, CEO meeting shadowing, sesi capacity building, serta debriefing. Program kemudian ditutup dengan Board Crisis Simulation, yaitu simulasi krisis kemanusiaan multi-pemangku kepentingan di mana peserta berperan sebagai pengambil keputusan, berdiskusi layaknya rapat dewan, dan menyusun draf resolusi bersama.
Rangkaian program diakhiri dengan fase pascaprogram yang mencakup kelulusan peserta serta penguatan jejaring alumni guna mendorong kolaborasi dan dampak berkelanjutan. Selain itu, peserta juga mengikuti simulasi krisis satu hari pada fase akhir untuk melatih kemampuan kolaborasi, negosiasi, dan pengambilan keputusan dalam situasi kompleks dan penuh tekanan.
Inisiator program sekaligus alumni Harvard Graduate School of Education, Khansa Khalisha, menjelaskan bahwa Impact Leaders Fellowship dirancang khusus bagi fresh graduates yang ingin memperoleh akses langsung ke peluang karier di sektor social impact, sekaligus belajar dari para profesional muda dan pemimpin berpengalaman.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang relevan, praktis, dan mampu mempercepat lahirnya pemimpin muda yang berdampak,” ujarnya.
Pijar Foundation juga membuka peluang kolaborasi dengan organisasi, pemimpin industri, serta institusi pendukung ekosistem dampak sosial sebagai mitra program, penyedia studi kasus, maupun mentor. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar para fellows, menghadirkan konteks lapangan yang lebih relevan, serta memperluas jejaring profesional bagi generasi muda yang meniti karier berbasis dampak sosial. (I-3)
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved