Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pendidikan Bisnis Jadi Kunci Mendorong Jumlah Wirausaha Indonesia

Despian Nurhidayat
19/11/2025 14:21
Pendidikan Bisnis Jadi Kunci Mendorong Jumlah Wirausaha Indonesia
Ilustrasi(Antara)

Wirausaha merupakan fondasi penting ekonomi rakyat dan menjadi motor penggerak pertumbuhan nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya. Meski meningkat, angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan negara maju yang berada pada kisaran 10%-12%. Padahal, daya saing wirausaha sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekonomi, mendorong inovasi, membuka peluang kerja, serta mengurangi kesenjangan sosial.

Melahirkan wirausaha inovatif tentu memerlukan proses panjang. Pendidikan kewirausahaan yang berkualitas menjadi elemen krusial untuk mempercepat pertumbuhan tersebut. Tuku, BLP Beauty, dan Puyo menjadi contoh brand lokal yang berhasil menembus pasar dan konsisten bertumbuh. Ketiga merek ini, bersama ratusan usaha lain yang digarap alumni Prasetiya Mulya, telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Perjalanan mereka menginspirasi mahasiswa S1 Bisnis Prasetiya Mulya sekaligus pelaku usaha yang ingin memasuki arena kompetitif serupa.

Selama empat tahun studi di Program S1 Bisnis Prasetiya Mulya, mahasiswa ditempa melalui kerja keras, kreativitas, serta kolaborasi intensif. Model pembelajaran experiential berbasis proyek menghadirkan dinamika dunia bisnis secara nyata, menjadikan mahasiswa lebih adaptif dan responsif terhadap perilaku pasar. Kerja kelompok melatih kepemimpinan, kemampuan negosiasi, dan manajemen konflik—kompetensi penting dalam proses pengambilan keputusan bisnis.

Wakil Direktur Pendidikan dan Kualitas Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya, Setiawan Kusmulyono, menuturkan bahwa kurikulum S1 Bisnis terus diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan masa depan.

“Seiring perubahan zaman, kami memperlengkapi mahasiswa dengan disiplin yang futuristik namun tetap relevan dengan budaya lokal. Di antaranya melalui mata kuliah Artificial Intelligence for Entrepreneurship dan Hatching Program untuk melatih inkubasi bisnis berbasis teknologi dan digital,” ungkapnya.

Isu keberlanjutan seperti ESG (environmental, social, and governance) turut diintegrasikan dalam mata kuliah Kewirausahaan Sosial dan Community Development. Menurut Setiawan, hal ini penting agar inovasi bisnis mahasiswa tetap berpihak pada keberlanjutan.

Ia juga menekankan kekuatan ekosistem bisnis di Prasetiya Mulya yang memiliki jaringan pendanaan alumni untuk menopang keberlanjutan bisnis mahasiswa. Kurikulum dinamis dan kehadiran dosen praktisi dari berbagai sektor semakin memperkaya pembelajaran, memastikan mahasiswa mendapatkan arahan komprehensif dalam merancang dan menjalankan proyek bisnis mereka.

Sebagai pelopor pendidikan kewirausahaan di Indonesia, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya untuk mencetak wirausaha yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga berakar pada nilai lokal, visioner, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Institusi ini berambisi melahirkan generasi pencipta lapangan kerja sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi nasional.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya