Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Wirausahawan Muda Ditantang Adu Gagasan Jawab Tantangan Sektor Energi dan Lingkungan

Despian Nurhidayat
19/11/2025 15:16
Wirausahawan Muda Ditantang Adu Gagasan Jawab Tantangan Sektor Energi dan Lingkungan
Ilustrasi(Dok ist)

LEBIH dari 100 wirausahawan muda yang terdiri dari tim mahasiswa universitas mitra dan tim startup awal dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi intensif pada ajang Maju:On Hackathon 2025.

Sejumlah mitra universitas itu antara lain, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Primakara University.

Proyek Maju:On merupakan program kewirausahaan muda pada bidang lingkungan dan energi di Indonesia, yang digagas perusahaan solusi environmental, social, and governance (ESG) berbasis dampak UD Impact dan didukung SK Innovation E&S.
CEO UD Impact Kim Jeongheon mengatakan melalui berbagai tahapan seperti pelatihan, mentoring, hackathon, demo day, dan koneksi investasi, Maju:On secara sistematis mendukung pengembangan mahasiswa dan wirausahawan tahap awal di Indonesia.

“Maju:On Hackathon 2025 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah pembelajaran nyata bagi pemuda Indonesia untuk mengasah kemampuan kewirausahaan mereka dalam memecahkan masalah di pasar sesungguhnya,” kata Kim dilansir dari keterangan resmi, Rabu (19/11). 

Turut hadir pada acara yang digelar dua hari tersebut yakni, Direktur Perencanaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hariyanto.

Kim memaparkan pada hari pertama peserta menampilkan ide bisnis inovatif dengan berbagai tema, seperti energi berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan solusi lingkungan berbasis AI.

Proses penilaian dilakukan perwakilan dari SK Innovation E&S, Angin (Angel Investment Network Indonesia), serta beberapa CEO startup lokal di bidang lingkungan dan energi. Mereka menilai berdasarkan inovasi, kelayakan implementasi, dan dampak sosial dari setiap ide yang dipresentasikan.

"Hackathon ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu student track (jalur calon startup) dan early-stage entrepreneur track (jalur startup yang sudah berjalan). Melalui kompetisi masing-masing kategori, tim terbaik berhasil terpilih," papar Kim.

Untuk student track, penghargaan utama diraih tim Mycomarine dari UGM yang memperkenalkan kemasan ramah lingkungan berbahan dasar miselium jamur. Adapun untuk early-stage entrepreneur track, penghargaan utama diberikan kepada tim Gisact yang mengembangkan platform geospasial berbasis artificial intelligence (AI).

Kim menambahkan ke depannya pihaknya akan terus bekerja sama dengan para mitra lokal untuk melanjutkan program lanjutan seperti akselerasi dan koneksi investasi.

"Melalui proyek Maju:On ini, kami berencana terus menyelenggarakan program pelatihan, mentoring, dan investasi bagi mahasiswa dan wirausahawan tahap awal di Indonesia, dengan tujuan menemukan startup inovatif di bidang lingkungan dan energi, serta membangun ekosistem ESG global yang berdampak sosial positif," ujar Kim.

Direktur Perencanaan Kementerian ESDM Hariyanto menambahkan pentingnya partisipasi generasi muda dalam mencari ide-ide segar demi menjawab tantangan sektor energi dan lingkungan yang semakin kompleks.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik