Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM mahasiswa Sampoerna University menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang tampil sebagai International Guest Speaker dalam ajang Student Pitch Koshien di Infinity Ventures Summit (IVS) Kyoto 2025, 2 Juli 2025 lalu di Rome Theater, Kyoto.
IVS Kyoto merupakan salah satu konferensi inovasi dan kewirausahaan terbesar di Asia, yang mempertemukan inovator muda, pendiri startup, investor ventura, dan pemimpin ekosistem dari berbagai negara.
Undangan ini diberikan setelah mereka meraih juara pertama di World Student Pitch Competition yang diselenggarakan Yume Pro di Indonesia.
Dalam forum ini, tim mahasiswa Sampoerna University mempresentasikan Green Asphalt, sebuah inovasi dari Plastic Waste for Sustainable Pavement Centre (PWSPC) Sampoerna University.
Inovasi ini mengolah limbah plastik multilayer menjadi campuran aspal yang lebih kuat, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Presentasi mereka mendapat sambutan positif dari investor dan pelaku industri, serta membuka peluang kolaborasi dan pengembangan lebih lanjut di tingkat regional maupun global.
President Sampoerna University Marshall Schott menyatakan kebanggaannya terhadap prestasi tim mahasiswa.
“Kami sangat bangga atas pencapaian mahasiswa kami yang tampil sebagai pembicara di panggung internasional IVS Kyoto 2025. Ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pendidikan global dan berorientasi solusi yang kami terapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berdampak dari generasi muda Indonesia. Partisipasi ini juga mencerminkan komitmen Sampoerna University dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi abad ke-21, menggabungkan pemikiran kritis, kepedulian sosial, dan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan dunia nyata,” ungkap Schott.
Selama berada di IVS Kyoto, tim mahasiswa Sampoerna University berkesempatan mengikuti berbagai sesi diskusi seputar isu keberlanjutan, tren teknologi hijau, hingga sesi business matching dengan startup dan investor ventura dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, negara-negara ASEAN, serta perwakilan dari Eropa dan Amerika.
Kehadiran mereka menjadi cerminan bahwa inovasi karya anak bangsa memiliki potensi besar untuk bersaing sekaligus berkontribusi nyata dalam ekosistem teknologi dan keberlanjutan di tingkat global.
Keterlibatan langsung dalam forum internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa, tidak hanya dalam mempresentasikan inovasi, tetapi juga memperluas jejaring global dan pemahaman tentang dinamika kewirausahaan lintas negara.
Mahasiswa Faculty of Engineering and Technology (FET) Sampoerna University Alfred Juliant Susanto mengungkapkan, “Kami sangat bersyukur bisa mewakili Indonesia di forum internasional ini. Selain membuka peluang kerja sama baru, pengalaman ini memperluas wawasan kami tentang strategi scale-up dan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan startup berkelanjutan. Semoga pencapaian ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk membawa inovasi dari kampus ke panggung dunia”.
Kehadiran tim Sampoerna University di IVS Kyoto 2025 merupakan pencapaian membanggakan, dengan menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia yang tampil sebagai International Guest Speaker dalam forum presentasi mahasiswa tingkat dunia tersebut.
Undangan ini merupakan bentuk pengakuan atas prestasi mereka yang berhasil meraih juara pertama dalam World Student Pitch Competition yang diselenggarakan oleh Yume Pro di Indonesia, mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di indonesia.
Berbeda dari mayoritas peserta lainnya yang merupakan finalis lokal dari universitas terkemuka di Jepang, tim Sampoerna University hadir membawa semangat kolaborasi global dan inovasi berdampak.
Partisipasi ini mencerminkan semakin besarnya potensi mahasiswa Indonesia untuk berkontribusi di panggung internasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan menembus batas.
“Kami percaya bahwa inovasi seperti Green Asphalt memiliki potensi besar, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga secara global. Melalui kesempatan ini, mahasiswa kami menunjukkan bahwa solusi untuk tantangan dunia dapat lahir dari ruang-ruang belajar lokal yang progresif. Kami berharap lebih banyak mahasiswa Indonesia bisa meraih pengalaman serupa dengan menyuarakan ide dan inovasi mereka di forum global, memperluas jejaring internasional, serta membangun kepercayaan diri untuk menjadi pemimpin masa depan yang berdampak positif bagi dunia,” tutup Marshall. (Z-1)
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved