Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Cegah Gagal Ginjal, Langkah Nyata Selamatkan Lingkungan

Basuki Eka Purnama
18/3/2026 10:25
Cegah Gagal Ginjal, Langkah Nyata Selamatkan Lingkungan
Dokter spesialis penyakit dalam memeriksa kondisi kesehatan seorang pasien gagal ginjal di klinik hemodialisa di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur.(ANTARA/Destyan Sujarwoko)

MENJAGA kesehatan ginjal ternyata tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga memiliki kontribusi besar terhadap kelestarian bumi. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB Pernefri), Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH..

Pringgodigdo menyoroti bahwa penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti atau kidney replacement therapy yang memiliki jejak lingkungan sangat tinggi. 

Terapi ini, baik melalui metode dialisis (cuci darah) maupun transplantasi, berfungsi menggantikan kerja ginjal yang telah menurun drastis, meski tidak dapat menyembuhkan kerusakan organ tersebut sepenuhnya.

Jejak Karbon di Balik Terapi Cuci Darah

Salah satu metode yang paling umum digunakan masyarakat adalah hemodialisis. Namun, efektivitas terapi ini dibarengi dengan konsumsi sumber daya alam yang masif. 

Pringgodigdo menjelaskan bahwa setiap prosedur hemodialisis membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.

“Dan yang bikin limbah lingkungan itu terapi pengganti ginjal dialisis, cuci darah, itu yang tinggi sekali jejak lingkungannya. Jadi kalau kita bisa mencegah penyakit ginjal, akhirnya lingkungan pun terselamatkan,” kata Pringgodigdo.

Secara teknis, satu sesi hemodialisis untuk satu pasien memerlukan sekitar 120 liter air. Dengan frekuensi rutin dua hingga tiga kali seminggu, akumulasi penggunaan air, listrik, serta produksi limbah medis dari bahan habis pakai menjadi tantangan tersendiri bagi ekosistem.

Mendorong Konsep Green Dialysis

Mengingat besarnya dampak biomedikal yang dihasilkan, PB Pernefri  mulai mendorong penerapan konsep Green Dialysis. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dari layanan kesehatan tanpa mengurangi kualitas perawatan pasien. 

Langkah ini sejalan dengan tema Hari Ginjal Sedunia 2026, yaitu "Caring for People, Protecting the Planet" (Merawat Kesehatan Ginjal, Melindungi Bumi). 

Kampanye ini mengajak sistem pelayanan kesehatan global untuk bergerak menuju arah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Pentingnya Deteksi Dini

Sebagai solusi jangka panjang, Pringgodigdo menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah kunci utama. Penggunaan teknologi terbaru melalui biomarker diharapkan dapat membantu mengidentifikasi gangguan ginjal lebih awal sebelum memasuki tahap kritis.

“Pencegahan, deteksi dini, terapi optimal untuk menghambat progresivitas ke penyakit ginjal tahap akhir, dan yang tidak kalah penting juga edukasi masyarakat. Merawat ginjal sejak dini, untuk masa depan yang lebih sehat, dan melindungi bumi yang kita cintai,” pungkas Pringgodigdo. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik