Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Peringatan World Kidney Day 2026: Menggagas Layanan Kesehatan Ginjal yang Ramah Lingkungan

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 04:15
Peringatan World Kidney Day 2026: Menggagas Layanan Kesehatan Ginjal yang Ramah Lingkungan
Peringatan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (11/3). (MI/HO)

PARA pakar kesehatan dan pemangku kepentingan lintas sektor berkumpul di Hotel Borobudur, Jakarta, untuk memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026 pada Rabu (11/3). 

Tahun ini, tema global yang diangkat adalah Caring for People, Protecting the Planet (Merawat Kesehatan Ginjal, Melindungi Bumi), sebuah ajakan untuk menyelaraskan penanganan medis dengan kelestarian lingkungan.

Acara dibuka oleh Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, MA, yang mewakili Menteri Kesehatan. 

Dalam pidatonya, ia menekankan urgensi transformasi sistem kesehatan nasional agar lebih tangguh menghadapi tantangan penyakit ginjal sekaligus berkomitmen pada praktik layanan yang berkelanjutan.

Arah Kebijakan: Preventif dan Berkelanjutan

Tingginya beban ekonomi akibat penyakit ginjal kronis menjadi sorotan utama. drg. Tiffany Monica dari BPJS Kesehatan mengungkapkan bahwa gagal ginjal merupakan salah satu beban biaya (burden) tertinggi bagi sistem jaminan kesehatan nasional saat ini.

“Mengingat tingginya biaya perawatan jangka panjang, seperti hemodialisis, perlu ada pergeseran paradigma dari pendekatan kuratif yang mahal menuju strategi preventif yang lebih efektif,” tuturnya. 

Hal ini sejalan dengan paparan dr. Mohammad Fiqri Qoidhafy dari Kemenkes RI yang menyatakan bahwa transformasi layanan saat ini mulai mendorong implementasi operasional yang ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak ekologis dari proses medis.

Dari sisi medis, Ketua Umum PB PERNEFRI, Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, menegaskan bahwa penguatan sistem deteksi dini adalah fondasi utama untuk menekan laju penyakit ginjal di Indonesia.

Harapan Melalui Transplantasi dan Inovasi

Selain pencegahan, diskusi ini menyoroti transplantasi ginjal sebagai solusi jangka panjang. Ketua Umum Yayasan Komunitas Cangkok Ginjal Indonesia (YKCGI), Supriyanto, menyatakan bahwa transplantasi memberikan kualitas hidup yang lebih produktif bagi pasien. 

Ia juga mencatat adanya perubahan positif pada kesadaran pasien yang kini jauh lebih patuh terhadap pengobatan pasca-operasi demi menjaga fungsi ginjal mereka.

Mendukung hal tersebut, sektor industri turut memperkenalkan inovasi teknologi. Cokhy Indira Fasha dari PT Fresenius Medical Care Indonesia memaparkan konsep Green Dialysis, sebuah solusi hemodialisis yang dirancang untuk mengurangi jejak karbon di rumah sakit. 

Sementara itu, Roy Priadi dari PT Etana Biotechnologies Indonesia menekankan pentingnya farmasi yang lebih aman dan terjangkau bagi pasien.

Roy menegaskan bahwa kolaborasi antara teknologi medis mutakhir dan inovasi farmasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan sektor swasta sangat krusial dalam mendukung ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih ramah bagi pasien maupun bagi kelestarian planet kita.

Kisah Inspiratif dari Pendonor

Sesi yang menyentuh hati diisi oleh Kombes Pol (Pur) Tartono Suwitonegoro, SH., MBA, yang telah hidup sehat selama 35 tahun dengan satu ginjal setelah mendonorkan ginjalnya. 

Ia membuktikan bahwa kekhawatiran mengenai penurunan kualitas hidup setelah mendonorkan ginjal tidaklah terbukti.

Peringatan World Kidney Day 2026 ini diharapkan menjadi momentum kolektif bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk bergerak bersama dalam deteksi dini serta mendukung ekosistem kesehatan yang lebih ramah bagi pasien maupun bumi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya