Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA pasien anak menjalani cuci darah di masih terus terjadi di Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, masih banyak pasien anak gagal ginjal di berbagai rumah sakit seperti RSUD Margono Purwokerto, RSUP dr Kariadi Semarang, RSUD dr Moewardi Solo, RSUD Sunan Kalijaga Demak, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dan RSUP Soeradji Tirtonegoro di Klaten.
Direktur RSUD Sunan Kalijaga Demak Nugroho Aris Kusuma bahkan mengaku terkejut dengan kondisi tersebut.
"Selama saya memimpin rumah sakit ini, baru sekarang ada 16 anak dirawat karena gagal ginjal," kata Nugroho di Demak, Rabu (7/8).
Baca juga : Kasus Gagal Ginjal di Singapura Naik, Masyarakat Indonesia Diimbau Deteksi Dini
Sejumlah anak diketahui mengalami gagal ginjal setelah merasa tidak enak badan dan terlihat ada gangguan pada kencingnya. Setelah dilakukan periksaan laboratorium, hasilnya menunjukkan ada permasalahan pada fungsi ginjal.
Demikian juga diungkapkan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Hakam. Ia mengatakan tahun ini ada beberapa pasien anak yang harus menjalani cuci darah di rumah sakit yang dipimpinnya. Namun karena keterbatasan sarana dan prasarana serta kompleksitas penyakit yang diidap anak, rumah sakit memutuskan merujuk mereka ke RSUP dr Kariadi Semarang.
"Banyak menjadi penyebab terjadinya gagal ginjal akut pada anak, bisa karena bawaan lahir, adanya kerusakan organ lain terkait dengan ginjal dan masih banyak lagi," ujar Abdul Hakam.
Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Adit, mengungkapkan jumlah anak yang harus menjalani perawatan cuci darah rutin sekitar 10 orang
"Kasus gagal ginjal pada anak-anak bisa disebabkan karena pola makan yang tidak sehat seperti makan makanan cepat saji, minuman karbonasi atau kadar gula tinggi juga bisa menyebabkan anak-anak mengalami gagal ginjal hingga wajib melakukan cuci darah secara rutin," ungkap Adit. (Z-11)
Setiap prosedur hemodialisis untuk mengatasi gagal ginjal membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.
Total biaya penanganan gagal ginjal mencapai Rp13 triliun pada 2025. Angka ini menempatkan gagal ginjal di posisi kedua setelah penyakit jantung yang menelan biaya Rp17 triliun.
Mengapa transplantasi ginjal sulit berkembang di negara berkembang? Studi terbaru mengungkap 4 kendala utama, mulai dari biaya hingga faktor sosial.
TERAPI cuci darah selama ini identik dengan hemodialisis (HD) yang dilakukan secara rutin di rumah sakit. Padahal, pasien gagal ginjal memiliki pilihan terapi lain yakni CPAD
KPCDI desak pemerintah reformasi layanan ginjal. 98% pasien terjebak cuci darah akibat minim informasi, memicu beban BPJS Rp11 triliun dan angka kematian tinggi.
Gagal ginjal merupakan salah satu beban biaya (burden) tertinggi bagi sistem jaminan kesehatan nasional saat ini.
Kenali 7 penyebab ginjal rusak yang sering dianggap sepele, mulai dari diabetes hingga kebiasaan sehari-hari. Lindungi ginjal Anda dari silent killer sebelum terlambat.
Pemicu utama kanker pada anak bukanlah faktor eksternal, melainkan gangguan pada proses perkembangan sel.
Setiap prosedur hemodialisis untuk mengatasi gagal ginjal membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.
Total biaya penanganan gagal ginjal mencapai Rp13 triliun pada 2025. Angka ini menempatkan gagal ginjal di posisi kedua setelah penyakit jantung yang menelan biaya Rp17 triliun.
Kanker ginjal pada anak, terutama jenis Tumor Wilms (nefroblastoma), umumnya tidak dapat dicegah.
Keberhasilan transplantasi ginjal tidak berhenti di meja operasi, melainkan sangat bergantung pada pengelolaan jangka panjang yang komprehensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved