Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Gagal ginjal kini tidak lagi menjadi ancaman eksklusif bagi usia lanjut. Tren terbaru di tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan kasus gagal ginjal pada remaja dan dewasa muda. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan profesional kesehatan, mengingat usia muda merupakan periode paling produktif dalam kehidupan.
Menurut dr. Rifda Savirani MHPE, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), yang akrab disapa dr. Vira, gagal ginjal selama ini umum ditemukan pada usia di atas 40 tahun, khususnya mereka yang menderita diabetes atau hipertensi. Namun kini, tren baru menunjukkan lonjakan pada kelompok usia 20–35 tahun.
“Faktor utama pemicunya antara lain infeksi ginjal berulang, konsumsi obat atau suplemen tanpa pengawasan medis, serta gaya hidup tidak sehat,” ujar dr. Vira.
Gaya hidup yang didominasi konsumsi makanan tinggi garam, makanan ultra-proses, dan minuman manis menjadi kontributor utama penurunan fungsi ginjal secara perlahan, khususnya pada generasi muda yang rentan terhadap tren makanan dan minuman instan.
Beberapa kasus terbaru menunjukkan remaja berusia 20–27 tahun mengalami penurunan fungsi ginjal secara drastis. Penyebab utamanya sering kali terkait dengan konsumsi suplemen penambah energi tinggi protein yang mengandung bahan kimia berbahaya.
“Kami banyak menangani pasien muda yang awalnya sehat, namun mengalami gangguan ginjal akibat suplemen tanpa pengawasan dokter,” jelas dr. Vira.
Selain itu, infeksi saluran kemih yang tidak diobati tuntas, penggunaan obat anti-nyeri berlebihan, diet ekstrem, serta kurang konsumsi air putih turut mempercepat kerusakan ginjal.
Gagal ginjal di usia muda membawa dampak jangka panjang, tak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan sosial. Aktivitas belajar, bekerja, hingga bersosialisasi dapat terganggu secara signifikan, bahkan berisiko menghambat masa depan generasi muda.
“Penyakit ini bisa menyebabkan ketergantungan pada cuci darah di usia produktif, dan itu sangat memengaruhi kualitas hidup mereka,” tambah dr. Vira.
Para ahli medis mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk:
“Edukasi gizi dan kesadaran terhadap bahaya suplemen tidak terkontrol sangat penting untuk mencegah kasus gagal ginjal di usia muda,” pungkas dr. Vira.
Dengan meningkatnya kasus gagal ginjal di kalangan remaja dan dewasa muda, edukasi dan pencegahan menjadi kunci utama. Pola hidup sehat, konsumsi air putih yang cukup, dan kesadaran terhadap bahaya suplemen sembarangan sangat diperlukan untuk melindungi fungsi ginjal sejak dini. (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)/Z-10)
Aritmia terjadi ketika detak jantung bekerja tidak normal; bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan sehingga mengganggu pasokan darah ke organ vital.
Angka kejadian stroke usia muda di bawah 40 tahun cenderung meningkat, salah satunya karena beban kerja yang tinggi sehingga meningkatkan stres.
Meski sering dianggap sebagai penyakit orang tua, para ahli menegaskan bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, bahkan di usia muda.
Kasus kanker di kalangan usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan pasien.
Faktor pemicu katarak antara lain kebiasaan hidup tidak sehat serta melonjaknya angka kasus diabetes.
Penyakit jantung kini semakin sering menyerang usia muda, bahkan sejak remaja. Simak penyebab, faktor risiko, serta langkah pencegahan dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved