Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Meski sering dianggap sebagai penyakit orang tua, para ahli menegaskan bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, bahkan di usia muda. Penelitian menunjukkan bahwa kasus stroke pada usia di bawah 55 tahun meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang perawat yang kini menjadi peneliti di bidang stroke mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko stroke masih rendah, padahal sebagian besar kasus dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sederhana.
Faktor risiko stroke yang paling umum meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.
“Faktor-faktor ini dulu lebih banyak ditemukan pada usia lanjut, tetapi kini semakin sering dijumpai pada usia produktif,” ujar sang peneliti.
Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan narkoba seperti kokain dan amfetamin juga dapat meningkatkan risiko stroke.
Beberapa faktor risiko memang tidak bisa diubah, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Namun, ada banyak langkah sederhana untuk menurunkan risiko stroke.
Perokok memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami stroke dibandingkan bukan perokok. Merokok merusak dinding pembuluh darah dan membuat darah lebih kental, sehingga mudah membentuk gumpalan yang menyumbat aliran darah ke otak.
Hipertensi merupakan penyebab utama stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan memicu pecahnya arteri di otak. Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, terutama jika berusia di atas 18 tahun.
Menurut Stroke Association Inggris, risiko stroke meningkat hingga tiga kali lipat jika seseorang memiliki kolesterol dan tekanan darah tinggi bersamaan. Kurangi konsumsi lemak jenuh, pertahankan berat badan ideal, dan tetap aktif untuk menjaga kadar kolesterol sehat.
Kadar glukosa tinggi bisa merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyumbatan. Terapkan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan kelola stres agar kadar gula tetap stabil.
Kelebihan berat badan menyumbang sekitar satu dari lima kasus stroke dan dapat meningkatkan risiko hingga 22%. Sementara obesitas berat dapat menaikkan risiko hingga 64%. Berat badan berlebih juga memengaruhi tekanan darah dan kolesterol.
Pola makan Mediterania menekankan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan. Selain membantu menjaga berat badan, pola makan ini juga terbukti efektif menurunkan risiko stroke dan menjaga kesehatan jantung.
Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam. Kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan tidur berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke.
NHS (National Health Service) Inggris merekomendasikan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, atau 75 menit dengan intensitas tinggi. Aktivitas fisik membantu menurunkan tekanan darah dan memperkuat sistem kardiovaskular.
Meski stroke bisa berdampak besar dan mengubah kehidupan, penyakit ini dapat dicegah. Dengan menerapkan 8 langkah sederhana di atas, kita dapat menurunkan risiko stroke sekaligus menjaga kesehatan jantung dan otak tetap optimal. (New York Post/Z-10)
Aritmia terjadi ketika detak jantung bekerja tidak normal; bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan sehingga mengganggu pasokan darah ke organ vital.
Angka kejadian stroke usia muda di bawah 40 tahun cenderung meningkat, salah satunya karena beban kerja yang tinggi sehingga meningkatkan stres.
Kasus kanker di kalangan usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan pasien.
Faktor pemicu katarak antara lain kebiasaan hidup tidak sehat serta melonjaknya angka kasus diabetes.
Penyakit jantung kini semakin sering menyerang usia muda, bahkan sejak remaja. Simak penyebab, faktor risiko, serta langkah pencegahan dini.
Bronchopneumonia bukan sekadar batuk pilek biasa. Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian akibat infeksi, terutama pada anak di bawah dua tahun dan lansia di atas 65 tahun.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved