Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
STROKE merupakan kondisi darurat medis akibat gangguan aliran darah ke otak, ternyata memiliki pola waktu kejadian yang khas. Berbagai penelitian menunjukkan serangan stroke, terutama stroke iskemik (penyumbatan), lebih sering terjadi pada pagi hari, khususnya pada jam-jam awal setelah seseorang bangun tidur.
Fenomena ini dikenal sebagai wake-up stroke (stroke saat bangun tidur) dan puncaknya diperkirakan terjadi antara pukul 06.00 hingga 12.00. Bahkan beberapa studi menemukan risiko tertinggi terjadi jauh lebih awal, yaitu antara pukul 03.00 hingga 06.00 pagi.
Lalu, apa yang membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan stroke di pagi hari? Jawabannya terletak pada perubahan fisiologis yang dialami tubuh saat transisi dari tidur ke bangun, yang dipicu oleh ritme sirkadian alami.
Para ahli neurologi dan kardiologi mengaitkan peningkatan risiko stroke di pagi hari dengan beberapa mekanisme utama yang terjadi di dalam tubuh:
Saat tubuh bersiap untuk bangun, terjadi lonjakan mendadak pada tekanan darah. Kenaikan ini disebabkan oleh pelepasan hormon stres (seperti adrenalin dan kortisol) yang memicu detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah.
Bagi individu yang sudah memiliki faktor risiko seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) atau pembuluh darah yang kaku/menyempit (aterosklerosis), lonjakan tekanan darah ini dapat memberikan tekanan berlebihan pada pembuluh darah otak, meningkatkan risiko pecah pembuluh darah (stroke hemoragik) atau membuat plak pecah yang memicu gumpalan (stroke iskemik).
Ritme sirkadian juga memengaruhi kekentalan darah. Di pagi hari, darah cenderung lebih kental dan lebih mudah membeku. Peningkatan aktivitas trombosit (sel pembeku darah) pada jam-jam pagi membuat proses pembentukan gumpalan darah di arteri menjadi lebih mudah terjadi.
Kondisi ini sangat berbahaya, terutama jika seseorang sudah memiliki plak di pembuluh darah, karena gumpalan tersebut bisa dengan cepat menyumbat aliran darah ke otak dan memicu stroke iskemik.
Mengingat risiko yang lebih tinggi di pagi hari, penting untuk mengendalikan faktor-faktor risiko yang sudah ada. Beberapa faktor risiko utama yang perlu diperhatikan:
Masyarakat juga diimbau untuk mengenali gejala stroke menggunakan prinsip F.A.S.T. dan segera mencari pertolongan medis jika terjadi:
Ingat, setiap menit sangat berharga (Time is Brain) dalam penanganan stroke, terutama karena pengobatan penawar gumpalan (thrombolysis) memiliki jendela waktu terbatas. Konsultasi rutin dengan dokter untuk mengendalikan tekanan darah dan faktor risiko lainnya adalah langkah pencegahan terbaik untuk mengurangi risiko serangan stroke di pagi hari. (RSU Astrini/National Institut of Health/Z-2)
Krista Figari, 39, asal New York, mengalami wake-up stroke—jenis stroke yang terjadi saat tidur dan baru disadari saat bangun pagi. Yuk kenali wake-up stroke.
Ahli membagikan cara sederhana sehari-hari yang dapat membantu memperpanjang usia hingga sepuluh tahun. Salah satunya, hindari menjadi perokok aktif maupun perokok pasif.
Lonjakan tekanan darah pada pagi hari atau morning surge yang menjadi salah satu pemicu utama stroke dan serangan jantung pada pasien hipertensi.
Salah satu langkah penting dalam mengontrol tekanan darah ialah melakukan perubahan gaya hidup, terutama pola makan.
Tekanan darah yang tidak terkontrol meningkatkan kemungkinan penyakit jantung, serangan jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal.
Natrium sering kali menjadi bahan perdebatan: di satu sisi dianggap berbahaya bagi kesehatan jantung, tetapi di sisi lain, tubuh sebenarnya tidak bisa berfungsi tanpa mineral ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved