Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Remaja Indonesia Mulai Dihantui Hipertensi

Atalya Puspa    
23/1/2026 17:49
Remaja Indonesia Mulai Dihantui Hipertensi
Ilustrasi.(Freepik)

ANCAMAN penyakit tidak menular kian bergeser ke usia yang lebih muda. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 mencatat temuan mengkhawatirkan. Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengungkapkan, hasil pemeriksaan CKG pada kelompok usia sekolah dan remaja menunjukkan tekanan darah di atas normal sudah terjadi secara signifikan.

"Yang kita temukan, ternyata satu dari lima itu sudah mengalami tekanan darah di atas normal. Yang normal itu 120 per 80. Jadi ini termasuk yang sudah darah tinggi dan yang masih prehipertensi," ujar Maria dalam konferensi pers secara daring, Jumat (23/1).

Maria menegaskan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena terjadi pada kelompok usia yang seharusnya masih berada dalam fase kesehatan optimal.

Tekanan darah tinggi di usia muda meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan metabolik di masa depan.

"Ini masih usia sekolah dan remaja, sehingga risikonya untuk mengalami situasi yang lebih berat di kemudian hari tentu juga tinggi kalau tekanan darah di atas normal terjadi sejak usia sangat muda," katanya.

Selain hipertensi, CKG juga menemukan masalah gizi berlebih dan obesitas pada remaja. Sekitar 7 dari 100 remaja mengalami gizi lebih dan obesitas, yang memperparah risiko penyakit kronis jika tidak segera dikendalikan.

Kombinasi tekanan darah tinggi dan obesitas, menurut Maria, merupakan alarm dini bagi sistem kesehatan nasional.

"Kalau digabungkan antara tekanan darah di atas normal dengan gizi lebih dan obesitas, risiko penyakit kronis ke depan itu tinggi," ujarnya.

Kementerian Kesehatan menilai pola makan tinggi garam, gula, dan lemak, terutama dari makanan ultra-proses dan jajanan, menjadi salah satu pemicu utama. Rendahnya aktivitas fisik dan kurangnya istirahat juga memperburuk kondisi kesehatan remaja.

Sebagai langkah pencegahan, Maria menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sejak dini. "Pencegahannya kurangi garam, terutama dari makanan olahan dan jajanan, perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin aktivitas fisik dan cukup istirahat," katanya.

CKG 2025 menjangkau 25 juta anak usia sekolah dan remaja melalui pemeriksaan di 202.284 sekolah, madrasah, dan pesantren di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan pemeriksaan kesehatan di sekolah akan terus berjalan sebagai bagian dari deteksi dini penyakit tidak menular.

Namun, Kementerian Kesehatan mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada deteksi, melainkan pada tindak lanjut. Evaluasi menunjukkan kepatuhan remaja dan masyarakat terhadap rekomendasi kesehatan masih rendah, baik dalam perubahan pola makan maupun aktivitas fisik.

Temuan hipertensi dini pada remaja ini menjadi peringatan serius bagi pengelolaan bonus demografi Indonesia. Tanpa intervensi kuat sejak sekarang, beban penyakit kronis berpotensi meningkat tajam ketika kelompok usia ini memasuki usia produktif.

"CKG ini kita harapkan bukan hanya menemukan masalah, tetapi menjadi dasar perubahan perilaku hidup sehat sejak dini, terutama pada generasi muda," pungkas Maria. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya