Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEJA berdiri sering dianggap solusi sederhana mengurangi risiko kesehatan akibat terlalu lama duduk. Penelitian terbaru menunjukkan berdiri terlalu lama mungkin tidak memberikan manfaat kesehatan yang diharapkan.
Penelitian ini menggunakan lebih dari 83.000 peserta yang dilihat selama beberapa tahun. Mereka memakai alat untuk mencatat waktu duduk, berdiri, dan bergerak setiap hari.
Hasilnya menunjukkan duduk lebih dari 10 jam sehari meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, berdiri terlalu lama juga tidak menurunkan risiko, bahkan bisa menimbulkan varises dan pusing.
Risiko gangguan peredaran meningkat dikarenakan berdiri terlalu lama sehingga darah mengumpul di kaki. Studi menekankan bergerak secara rutin lebih penting daripada sekadar berdiri atau duduk. Tubuh merespons aktivitas ringan lebih baik dibandingkan posisi statis yang lama.
Melakukan aktivitas ringan secara singkat sepanjang hari terbukti bermanfaat. Jalan sebentar, peregangan, atau olahraga ringan dapat memutus periode tidak aktif. Di kantor, program yang mendorong karyawan bergerak menunjukkan peningkatan kesehatan, termasuk gula darah lebih stabil.
Meja duduk-berdiri memungkinkan pergantian posisi secara berkala. Beberapa model bahkan punya pengingat untuk bergerak, sehingga aktivitas fisik bisa masuk ke rutinitas kerja.
Mengombinasikan duduk, berdiri, dan gerakan ringan lebih efektif daripada hanya berdiri terus-menerus.
Hal sederhana bisa meningkatkan aktivitas, seperti naik tangga, berjalan ke rekan kerja alih-alih mengirim email, atau berdiri saat menelepon. Mengatur pengingat setiap 30 menit membantu mengurangi waktu duduk atau berdiri yang terlalu lama.
Meja berdiri bukan solusi sempurna untuk kesehatan. Duduk atau berdiri terlalu lama tetap berisiko jika tidak diimbangi gerakan. Yang paling penting adalah bergerak secara teratur, berganti posisi, dan menyisipkan aktivitas ringan sepanjang hari.
Perubahan kecil, seperti jalan sebentar, peregangan, atau berdiri sesaat, bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan. Intinya, kesehatan di kantor bukan hanya soal duduk atau berdiri, tetapi seberapa banyak kita bergerak. (CNN/Z-2)
Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung.
Kebiasaan duduk terlalu lama atau yang sering disebut dengan 'mager' atau malas gerak, dapat memicu berbagai penyakit dan membuat angka harapan hidup lebih rendah alias rentan mati muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved