Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS fisik adalah salah satu landasan hidup sehat. Kebiasaan duduk terlalu lama atau yang saat ini sering disebut dengan 'mager' atau malas gerak, dapat memicu berbagai penyakit dan membuat angka harapan hidup lebih rendah alias rentan mati muda.
Berbagai penelitian menyebutkan, terlalu sering duduk atau mager meningkatkan risiko kematian sebesar 16% dan meningkatkan risiko kematian akibat kardiovaskular sebesar 34%. Setiap orang sangat disarankan untuk berjalan atau berolahraga ringan selama setidaknya 15 menit hingga 30 menit per hari.
Penelitian terbaru terkait risiko bagi orang yang kurang aktivitas dan terlalu lama duduk setiap hari itu dipublikasikan di American College of Cardiology. Para peneliti di sana mengatakan kebiasaan duduk terlalu lama secara signifikan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Parahnya, risiko penyakit jantung tetap akan meningkat pada seseorang yang kerap duduk berjam-jam dalam satu waktu, meski orang tersebut kerap berolahraga ringan, seperti 30 menit setiap hari.
"Duduk berlebihan benar-benar harus dihindari. Meskipun Anda aktif berolahraga, duduk terlalu lama dalam satu waktu tetap berisiko," ujar salah satu peneliti, Ezim Ajufo, dikutip dari CNN, Rabu, (20/11).
Ajufo mengatakan, mereka melakukan penelitian pada sebanyak 90 ribu orang dengan menggunakan alat bernama akselerometer selama seminggu. Hasilnya, kondisi kesehatan tubuh, khususnya jantung, mereka yang memiliki kebiasaan duduk lama setiap harinya lebih rendah dari mereka yang banyak melakukan aktivitas fisik dan tak duduk berjam-jam setiap hari.
Mereka yang di penelitian tersebut banyak duduk, disebut berisiko mengalami penyakit jantung hingga stroke yang lebih tinggi di kemudian hari.
Ajufo mengatakan, setiap orang tidak boleh duduk lebih dari 10,6 jam dalam satu hari. Durasi tersebut juga harus dibagi-bagi menjadi banyak sesi. Misalnya bangun dan lakukan olahraga ringan setiap 30--60 menit.
(Z-9)
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved