Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
STROKE pada usia muda memang tidak umum terjadi, tetapi kasusnya kini meningkat, terutama akibat perubahan gaya hidup.
Dr. Sahar Aritonang dari Universitas Brawijaya menjelaskan beberapa penyebab utama stroke yang mengintai generasi muda. Yuk, simak faktor-faktor risiko yang harus kita waspadai!
Beberapa kasus stroke pada anak atau remaja dapat disebabkan oleh kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua. Gen tertentu dapat mempengaruhi kesehatan pembuluh darah dan sistem saraf, sehingga meningkatkan risiko stroke.
Gangguan pembekuan darah juga menjadi salah satu penyebab stroke pada usia muda. Kondisi ini dapat menyebabkan aliran darah tidak normal dan berujung pada penyumbatan pembuluh darah di otak, memicu terjadinya stroke.
Beberapa anak lahir dengan gangguan pada jantung yang bisa meningkatkan risiko stroke. Penyakit jantung bawaan dapat menyebabkan sirkulasi darah tidak optimal, sehingga membuat otak lebih rentan terhadap serangan stroke.
Infeksi tertentu yang menyerang sistem saraf pusat, seperti meningitis, dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah di otak. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke.
Menurut Dr. Sahar, tekanan darah tinggi atau hipertensi kian menjadi masalah di kalangan muda. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan stroke, terutama jika gaya hidup tidak sehat ikut memperparah kondisinya.
Kolesterol tinggi sering kali disebabkan oleh pola makan tidak sehat. Kolesterol yang berlebih dapat membentuk plak di pembuluh darah, sehingga menghalangi aliran darah ke otak dan meningkatkan risiko stroke.
Obesitas tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung, tetapi juga meningkatkan risiko stroke. Anak muda yang mengalami obesitas memiliki risiko tinggi terhadap berbagai penyakit kronis, termasuk stroke.
Kebiasaan merokok sejak usia muda serta konsumsi alkohol bisa memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan. Kedua kebiasaan ini dapat mempercepat pembentukan plak di arteri, meningkatkan risiko stroke.
Stres berlebih dan kurangnya aktivitas fisik juga berperan besar. Kurangnya olahraga dan gaya hidup yang tidak aktif menambah risiko penyakit pembuluh darah, yang akhirnya meningkatkan kemungkinan stroke pada usia muda.
Agar terhindar dari stroke, generasi muda disarankan untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat.
Dr. Sahar mengingatkan pentingnya langkah sederhana seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk menurunkan risiko penyakit serius seperti stroke. (Z-10)
Aritmia terjadi ketika detak jantung bekerja tidak normal; bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan sehingga mengganggu pasokan darah ke organ vital.
Angka kejadian stroke usia muda di bawah 40 tahun cenderung meningkat, salah satunya karena beban kerja yang tinggi sehingga meningkatkan stres.
Meski sering dianggap sebagai penyakit orang tua, para ahli menegaskan bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, bahkan di usia muda.
Kasus kanker di kalangan usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan pasien.
Faktor pemicu katarak antara lain kebiasaan hidup tidak sehat serta melonjaknya angka kasus diabetes.
Penyakit jantung kini semakin sering menyerang usia muda, bahkan sejak remaja. Simak penyebab, faktor risiko, serta langkah pencegahan dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved