Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BPJS Kesehatan mencatatkan data mengejutkan terkait efisiensi pembiayaan kesehatan di Indonesia sepanjang 2025. Meski penyakit jantung masih memegang nominal tertinggi secara akumulatif, biaya penanganan medis per individu untuk pasien gagal ginjal ternyata jauh lebih besar.
Dalam diskusi kesehatan memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu (11/3), Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, drg. Tiffany Monica, mengungkapkan bahwa total biaya penanganan gagal ginjal mencapai Rp13 triliun pada 2025. Angka ini menempatkan gagal ginjal di posisi kedua setelah penyakit jantung yang menelan biaya Rp17 triliun.
Namun, Tiffany memberikan catatan kritis mengenai rasio jumlah pasien. Biaya Rp17 triliun pada penyakit jantung diakses oleh sekitar 3 juta jiwa, sedangkan Rp13 triliun pada gagal ginjal hanya diakses oleh sekitar 640 ribu jiwa.
“Jadi walaupun memang secara nominal damage-nya lebih besar jantung, tapi secara pembiayaan per orang ini sebenarnya di ginjal banyak sekali pembiayaannya,” kata Tiffany.
Tingginya biaya ini disebabkan oleh karakteristik terapi ginjal yang beragam dan berkelanjutan. Pasien umumnya memerlukan hemodialisis (cuci darah) dua hingga tiga kali seminggu, atau prosedur transplantasi yang memerlukan obat-obatan mahal secara rutin setiap bulan.
Data BPJS Kesehatan 2025 menunjukkan kasus gagal ginjal paling banyak ditemukan pada laki-laki kelompok usia 50-60 tahun. Namun, yang menjadi perhatian serius adalah munculnya kasus pada kelompok usia produktif, yakni belasan hingga 20-an tahun.
“Di angka belasan tahun, 20 tahun, usia-usia muda produktif, ini di data klaim BPJS Kesehatan tercatat sudah mengalami gagal ginjal. Walaupun mungkin kita belum tahu ya stage berapa, tapi secara besar memang dari stage 3, 4, 5 ini juga masuk di sini,” tutur Tiffany.
Terkait metode pengobatan, layanan hemodialisis masih menjadi pilihan utama dan terus mengalami kenaikan klaim sebesar 7% pada 2025. Tercatat ada 147 ribu kunjungan klaim hemodialisis dengan total biaya general mencapai Rp7 triliun sejak 2021.
Di sisi lain, metode Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) mulai dilirik oleh 3.247 jiwa dengan serapan biaya Rp210 miliar.
“Ini bertambah terus tiap tahun walaupun memang pertambahannya tidak eksponensial, cukup pelan-pelan tapi perlahan tampaknya semakin banyak yang pindah ke CAPD,” imbuhnya.
Sementara itu, tindakan transplantasi ginjal juga menunjukkan kenaikan tipis, dari 130 peserta pada 2024 menjadi 135 peserta di tahun 2025.
Melihat beban ekonomi yang terus meningkat, Tiffany menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari kuratif (pengobatan) menuju preventif (pencegahan).
Fokus utama ke depan adalah deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat untuk memitigasi beban ekonomi jangka panjang tanpa mengurangi kualitas layanan.
“Dengan mengoptimalkan deteksi dini serta edukasi gaya hidup sehat sebagai langkah mitigasi beban ekonomi jangka panjang,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Mengapa transplantasi ginjal sulit berkembang di negara berkembang? Studi terbaru mengungkap 4 kendala utama, mulai dari biaya hingga faktor sosial.
TERAPI cuci darah selama ini identik dengan hemodialisis (HD) yang dilakukan secara rutin di rumah sakit. Padahal, pasien gagal ginjal memiliki pilihan terapi lain yakni CPAD
KPCDI desak pemerintah reformasi layanan ginjal. 98% pasien terjebak cuci darah akibat minim informasi, memicu beban BPJS Rp11 triliun dan angka kematian tinggi.
Gagal ginjal merupakan salah satu beban biaya (burden) tertinggi bagi sistem jaminan kesehatan nasional saat ini.
Sering buang air kecil di malam hari atau nokturia bisa menjadi tanda gangguan ginjal. Kenali gejala lain dan cara mencegah penurunan fungsi ginjal sejak dini.
Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2023, pemerintah telah menetapkan penguatan mekanisme penjaminan kasus dugaan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
Jangan khawatir sakit saat mudik! BPJS Kesehatan pastikan peserta JKN bisa berobat di seluruh Indonesia selama libur Lebaran 2026. Cek prosedur & titik poskonya
BPJS Kesehatan secara rutin menghadirkan Posko Mudik setiap periode Lebaran sebagai bentuk komitmen dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN
KPCDI desak pemerintah reformasi layanan ginjal. 98% pasien terjebak cuci darah akibat minim informasi, memicu beban BPJS Rp11 triliun dan angka kematian tinggi.
masa cuti bersama dan libur lebaran pekan depan, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah kembali mengingatkan peserta JKN untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved