Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Mikroplastik Jadi Kendaraan Berbahaya bagi Bakteri Patogen dan Gen Kebal Antibiotik

Thalatie K Yani
19/3/2026 09:18
Mikroplastik Jadi Kendaraan Berbahaya bagi Bakteri Patogen dan Gen Kebal Antibiotik
Ilustrasi(earth)

MIKROPLASTIK bukan sekadar limbah plastik kecil yang mengapung di air. Sebuah studi terbaru dari Plymouth Marine Laboratory dan University of Exeter mengungkapkan partikel-partikel ini berfungsi sebagai "kendaraan" bagi bakteri berbahaya dan gen resistensi antibiotik (AMR), membawanya dari limbah rumah sakit hingga ke laut lepas.

Para ilmuwan menemukan dalam hitungan jam, mikroplastik akan diselimuti lapisan mikroba padat yang disebut "Plastisphere". Lapisan ini menjadi tempat berkembang biaknya spesies penyebab penyakit yang sulit dibunuh oleh obat-obatan.

Jalur Pencemaran: Dari Rumah Sakit ke Pesisir

Dalam penelitian ini, tim ahli menempatkan berbagai material seperti manik-manik plastik (bio-beads), polistirena, kayu, dan kaca di sepanjang jalur polusi yang dimulai dari air limbah rumah sakit hingga ke perairan laut.

Hasilnya mengejutkan. Lokasi sangat menentukan jenis mikroba yang menempel. Meskipun sampel dari limbah rumah sakit memiliki kepadatan bakteri tertinggi, risiko di hilir sungai dan laut justru meningkat karena mikroplastik membawa gen resistensi antibiotik dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan material alami seperti kayu atau kaca.

"Studi ini menyoroti risiko patogen dan AMR yang ditimbulkan oleh substrat mikroplastik yang mengotori samudra dan pantai kita," kata Dr. Emily Stevenson, penulis utama studi tersebut. "Dengan mengidentifikasi substrat berisiko tinggi, kita dapat meningkatkan pemantauan atau bahkan menghentikannya demi alternatif yang lebih aman."

Mengapa Mikroplastik Begitu Berbahaya?

Mikroplastik memiliki struktur stabil yang mendukung pertukaran gen antar bakteri secara intensif. Selain itu, plastik dapat menyerap bahan kimia seperti logam berat dan sisa antibiotik. Hal ini memaksa mikroba di dalamnya beradaptasi dan mengembangkan kekebalan.

Peneliti menemukan kelompok bakteri seperti Flavobacteriia dan Vibrio yang meningkat jumlahnya pada biofilm plastik di wilayah hilir. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan penyakit pada ikan dan manusia, serta mengancam keamanan pangan laut di zona akuakultur.

Peringatan bagi Relawan dan Masyarakat

Melihat temuan ini, para ahli memperingatkan masyarakat yang sering beraktivitas di pesisir untuk lebih waspada. Partikel plastik yang terlihat bersih sekalipun bisa jadi membawa kuman berbahaya yang terlindung dari kondisi lingkungan ekstrem.

"Karena pekerjaan ini menyoroti beragam bakteri berbahaya yang tumbuh pada plastik di lingkungan, kami menyarankan agar setiap relawan pembersih pantai harus mengenakan sarung tangan saat beraksi, dan selalu mencuci tangan setelahnya," ujar Profesor Pennie Lindeque dari University of Exeter.

Dr. Aimee Murray menambahkan masalah ini bukan sekadar isu lingkungan biasa. "Inilah sebabnya kita memerlukan strategi lintas sektoral yang terintegrasi untuk menanggulangi polusi mikroplastik dan menjaga lingkungan serta kesehatan manusia," pungkasnya.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environment International ini mendesak adanya perbaikan manajemen limbah dan pemantauan ketat terhadap interaksi mikroplastik dengan kontaminan kimia guna melindungi rantai makanan global. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik