Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Bakteri Purba 5.000 Tahun di Gua Es Rumania Ternyata Kebal Antibiotik Modern

Thalatie K Yani
23/2/2026 11:44
Bakteri Purba 5.000 Tahun di Gua Es Rumania Ternyata Kebal Antibiotik Modern
Gua Es Scarisoara di Rumania.(Paun V.I.)

PARA ilmuwan menemukan bakteri purba yang tersimpan di lapisan es berusia sekitar 5.000 tahun di sebuah gua es di Rumania. Temuan ini menarik perhatian karena mikroorganisme tersebut ternyata memiliki ketahanan terhadap berbagai antibiotik modern, meski berasal dari periode jauh sebelum era penggunaan antibiotik dimulai.

Bakteri yang diberi nama Psychrobacter SC65A.3 ditemukan dalam lapisan es di Gua Es Scarisoara. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Microbiology, mikroba yang hidup di lingkungan dingin ekstrem ini membawa lebih dari 100 gen yang berkaitan dengan resistensi antibiotik. Selain itu, bakteri tersebut juga mampu bertahan terhadap sejumlah obat yang saat ini digunakan untuk menangani infeksi serius, termasuk tuberkulosis dan infeksi saluran kemih.

Penulis studi, Dr. Cristina Purcarea, ilmuwan senior dari Institute of Biology Bucharest, Romanian Academy, mengatakan, “Strain bakteri Psychrobacter SC65A.3 yang diisolasi dari Gua Es Scarisoara, meskipun berasal dari masa kuno, menunjukkan resistensi terhadap berbagai antibiotik modern dan membawa lebih dari 100 gen terkait resistensi.” Ia menambahkan, “Namun bakteri ini juga dapat menghambat pertumbuhan beberapa ‘superbug’ utama yang resisten antibiotik dan menunjukkan aktivitas enzimatik penting dengan potensi bioteknologi yang besar.”

Untuk mendapatkan sampel tersebut, tim peneliti mengebor inti es sedalam 25 meter di bagian gua yang dikenal sebagai Great Hall. Inti es itu merekam kondisi lingkungan hingga 13.000 tahun terakhir. Sampel kemudian disegel dalam kantong steril dan dibawa dalam kondisi beku ke laboratorium guna mencegah kontaminasi. Di sana, para ilmuwan mengisolasi bakteri dan memetakan genomnya untuk mengidentifikasi gen yang berkaitan dengan ketahanan terhadap suhu ekstrem dan resistensi antimikroba.

Pengujian laboratorium dilakukan terhadap 28 antibiotik dari 10 kelas berbeda. Hasilnya menunjukkan SC65A.3 resisten terhadap 10 antibiotik yang umum digunakan dalam praktik medis. Purcarea menjelaskan, “Sepuluh antibiotik yang kami temukan resistensinya digunakan secara luas dalam terapi oral maupun suntik untuk mengobati berbagai infeksi bakteri serius dalam praktik klinis.” Beberapa di antaranya termasuk rifampicin, vancomycin, dan ciprofloxacin.

Peneliti juga mencatat SC65A.3 menjadi strain Psychrobacter pertama yang diketahui resisten terhadap antibiotik tertentu seperti trimethoprim, clindamycin, dan metronidazole. Temuan ini menunjukkan bahwa bakteri yang beradaptasi di lingkungan dingin dapat menjadi reservoir gen resistensi yang secara alami telah berkembang jauh sebelum antibiotik modern ditemukan.

Meski membuka peluang baru, temuan ini juga menimbulkan kekhawatiran. Purcarea menyebut, “Jika es mencair dan melepaskan mikroba ini, gen-gen tersebut bisa menyebar ke bakteri modern, menambah tantangan global resistensi antibiotik.” Di sisi lain, mikroba purba ini juga berpotensi menjadi sumber enzim dan senyawa antimikroba baru untuk pengembangan teknologi dan obat masa depan.

Analisis genetik juga mengungkap hampir 600 gen dengan fungsi yang belum diketahui, serta 11 gen yang diduga mampu menghambat bakteri, jamur, hingga virus. Studi ini menegaskan bahwa mikroba purba dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana resistensi antibiotik berkembang secara alami, sekaligus mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan laboratorium untuk mencegah risiko penyebaran yang tidak terkendali. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya