Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kapal Kandas, Pantai Dangas Batam Tercemar Limbah Hitam Kotoran Manusia

Hendri Kremer
30/1/2026 17:35
Kapal Kandas, Pantai Dangas Batam Tercemar Limbah Hitam Kotoran Manusia
Kapal pembawa limbah hitam kandas di Batam.(Dok. MI)

PERAIRAN Pantai Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, tercemar limbah hitam setelah sebuah kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) bernama Mutiara Galrib Samudera dilaporkan kandas pada Kamis (29/1) sore. Limbah hitam adalah air limbah domestik yang berasal dari kloset, bidet, atau urinoir, yang mengandung kotoran manusia

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia di lapangan menyebutkan, kapal tersebut mengangkut sekitar 200 jumbo bag limbah hitam. Akibat insiden kandasnya kapal, sebagian muatan diduga tercecer dan terbawa arus laut hingga mencemari perairan serta garis pantai, mulai dari Pantai Dangas hingga Pantai Tangga Seribu di kawasan Patam Lestari, Sekupang.

Sejumlah warga mengaku melihat langsung limbah berwarna hitam pekat mengotori pantai. Selain merusak pemandangan, bau menyengat juga tercium di beberapa titik, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat pesisir.

Kapal kandas di perairan Patam Lestari, Sekupang. Limbah hitamnya berceceran sampai ke Pantai Dangas dan Tangga Seribu,” ujar Anom,45, seorang warga Patam Lestari, Jumat (30/1).

Informasi yang beredar menyebutkan, kapal LCT Mutiara Galrib Samudera sebelumnya mengangkut limbah dari perairan Batu Ampar. Limbah hitam tersebut diduga berasal dari kapal tanker, kemudian dibongkar di Pelabuhan Bintang 99, sebelum dibawa menuju kawasan Kabil.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Penegakan Hukum (Kabid Gakkum) KSOP Khusus Batam, Kapten Yusirwan, mengatakan pihaknya saat ini masih fokus melakukan penanggulangan di lokasi kejadian. Sementara itu, penyebab kapal kandas masih dalam tahap penyelidikan.

“Belum diketahui penyebabnya. Saat ini kami fokus pada penanggulangan,” ujar Kapten Yusirwan kepada wartawan..

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait dampak pencemaran maupun langkah penanganan jangka panjang. Insiden ini kembali menjadi sorotan serius bagi dunia kemaritiman, mengingat perairan Batam kembali tercemar akibat aktivitas pengangkutan limbah yang diduga bermasalah. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya