Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI budidaya ikan hias di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang pesat, terutama dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap hobi ini sebagai alternatif bisnis yang menjanjikan pascapandemi.
Melihat potensi tersebut, CPPETINDO, melalui brand Takari, menghadirkan program edukatif bertajuk CPPETINDO FishPreneur. Acara ini bertujuan memperkenalkan peluang bisnis budidaya ikan hias kepada generasi muda, yang pada kesempatan kali ini berlangsung di SMKN 2 Tangerang.
Brand Manager CPPETINDO Wilda Novayana menyampaikan peluang industri perikanan dan akuakultur di Indonesia cukup besar, baik dari sisi ikan hias yang beragam dengan Indonesia sebagai negara kepulauan, ditambah karakter masyarakat indonesia yang gemar memelihara ikan sejak dari lingkungan terkecil, seperti di rumah.
“Kita ingin memunculkan peminat dan pemain baru baik mereka yang menjadi breeder ataupun penghobi, untuk meramaikan bisnis ikan hias tanah air”, ujarnya.
Mengusung konsep edukasi interaktif, CPPETINDO FishPreneur menghadirkan berbagai aktivitas menarik untuk generasi muda. Sesi edukasi bertajuk #TAKARInsights memberikan wawasan langsung dari perwakilan Takari serta Key Opinion Leaders (KOL) industri ikan hias yang berpengalaman dalam budidaya dan bisnis ikan hias.
Melalui talkshow dan product knowledge, siswa mendapatkan gambaran jelas mengenai potensi bisnis serta cara merawat ikan hias secara profesional.
Tantangan saat ini adalah bagaimana perawatan ikan hias yang cukup sulit dilakukan, sehingga para penghobi dituntut memiliki kualitas ikan terbaik, untuk persaingan ikan dan pakan import yang kian cepat masuk ke indonesia.
Melalui rangkaian kegiatan CPPETINDO FishPreneur, Takari ingin mempersiapkan pemain masa depan yang lebih siap terjun dalam industri ini dengan potensi yang bisa terus dikembangkan. Agenda utama lainnya dalam rangkaian CPPETINDO FishPreneur adalah kompetisi bertajuk “Aquascape Battle”.
Kompetisi ini secara khusus akan melihat dan menguji kemampuan siswa dalam merancang dan merakit akuarium dengan desain estetika letak yang harmonis. Melalui aktivitas ini, siswa diajak untuk mengeksplorasi kreativitas dalam menciptakan akuarium yang artistik dan fungsional, sekaligus memperkenalkan aspek estetika yang dapat meningkatkan daya tarik dalam bisnis ikan hias. Kompetisi ini menawarkan hadiah menarik berupa uang tunia serta berbagai produk eksklusif dari Takari.
Tidak hanya di lokasi, kegiatan ini juga didukung dengan tantangan digital "#ADayWithTakari" mengajak peserta mendokumentasikan pengalaman kunjungan Takari dan membagikannya di media sosial, memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kesadaran tentang industri akuakultur kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan penyelenggaraan kegiatan ini, CPPETINDO dan Takari tidak hanya bertujuan menciptakan entrepreneur muda di bidang ikan hias tetapi juga berharap dapat kembali menggairahkan pasar ikan hias tanah air, membuka lapangan pekerjaan baru, dan membantu Indonesia semakin dikenal di kancah internasional melalui kualitas ikan hiasnya.
"Kami percaya bahwa hobi memelihara ikan hias bukan sekadar hobi biasa, tetapi bisa menjadi bisnis yang menghasilkan dan menjanjikan bagi para pelaku usaha muda. Kami ke depannya akan berkolaborasi dengan KOL industri dan juga Sekolah Menengah Kejuruan di bidang perikanan untuk dapat mewujudkan objektif penyelenggaraan lebih optimal untuk masyarakat” ungkap Wilda.
CPPETINDO FishPreneur direncanakan menjadi program tahunan yang menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan harapan menciptakan wirausahawan muda di bidang ikan hias, program ini juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan daya saing produk lokal, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional sebagai penghasil ikan hias berkualitas.
"Melalui CPPETINDO FishPreneur, kami ingin mencetak pebisnis yang mampu mengembangkan industri ikan hias dalam negeri dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada di dalam negeri termasuk pakan ikan buatan asli Indonesia seperti Takari ini.” tutup Wilda. (Z-1)
Direktur Perencanaan Kementerian ESDM Hariyanto menambahkan pentingnya partisipasi generasi muda dalam mencari ide-ide segar demi menjawab tantangan sektor energi dan lingkungan.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Peserta akan mendapatkan materi mulai dari mindsetting pelaku usaha, manajemen bisnis, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dalam bisnis.
Kali ini, kegiatan diikuti 50 wirausahawan muda yang masih berstatus mahasiswa dan siswa setingkat SMA/ SMK.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved