Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemberdayaan Petani Kakao Diperkuat dengan Teknologi dan Edukasi Keuangan

Naufal Zuhdi
11/12/2025 14:14
Pemberdayaan Petani Kakao Diperkuat dengan Teknologi dan Edukasi Keuangan
PT Atome Finance Indonesia—penyedia layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di bawah Atome Financial—memperkuat fondasi pemberdayaan ekonomi lokal.(Dok. PT Atome Finance Indonesia)

Upaya pemberdayaan masyarakat di wilayah 3T terus menjadi perhatian, khususnya bagi kelompok-kelompok usaha kecil yang memiliki potensi besar namun masih dibatasi oleh akses pada sarana modern. Di Lombok Utara, kelompok petani kakao di Desa Tegal Maja merupakan salah satu contoh komunitas UMKM yang sebenarnya memiliki prospek ekonomi menjanjikan, baik dari sisi kualitas hasil panen maupun peluang pasar, namun produktivitas mereka kerap terhambat oleh keterbatasan alat pertanian, proses kerja manual, serta minimnya literasi keuangan digital.

Potensi kakao Lombok Utara sesungguhnya cukup kuat. Lahan yang subur, cuaca yang mendukung, dan kualitas biji kakao yang baik menempatkan wilayah ini sebagai salah satu penghasil komoditas strategis bagi rantai pasok kakao nasional. Dengan dukungan teknologi dan literasi finansial yang tepat, para petani dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas rantai pemasaran, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai pelaku UMKM agrikultur yang berdaya saing.

Di tengah kebutuhan tersebut, PT Atome Finance Indonesia—penyedia layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di bawah Atome Financial—masuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirancang untuk memperkuat fondasi pemberdayaan ekonomi lokal. Dukungan Atome sejalan dengan arahan OJK agar industri jasa keuangan memperluas inklusi dan literasi finansial ke wilayah-wilayah tertinggal, termasuk kawasan 3T seperti Kabupaten Lombok Utara, yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020.

Bantuan yang diberikan Atome dirancang berdasarkan kebutuhan nyata para petani kakao. Selama ini, perawatan tanaman dan distribusi hasil panen masih dilakukan secara manual sehingga memakan waktu dan tenaga. Dengan menghadirkan peralatan pertanian seperti mesin pemotong rumput, gergaji mesin, serta satu unit motor roda tiga multifungsi, program ini memberi ruang bagi petani untuk bekerja lebih produktif, efisien, dan berorientasi pada pertanian modern yang berkelanjutan.

Tak hanya memberikan alat kerja, program ini juga disertai edukasi keuangan untuk membekali petani dengan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan digital yang aman dan produktif, sekaligus mengantisipasi risiko penipuan online yang masih sering menyasar masyarakat di pedesaan. Dengan literasi keuangan yang memadai, para petani diharapkan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak untuk menunjang kegiatan usaha mereka.

Direktur Utama PT Atome Finance Indonesia, Meri Ui, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh.

“Peningkatan kapasitas UMKM tidak hanya bergantung pada fasilitas kerja, tetapi juga pengetahuan keuangan yang kuat. Dengan literasi yang tepat, para petani dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak dan terhindar dari berbagai modus penipuan,” ujarnya.

Inisiatif CSR bertema Tumbuh Bersama Atome ini menandai komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan memperkuat keberdayaan komunitas UMKM di wilayah 3T. Dukungan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem pertanian kakao yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan di Lombok Utara. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik