Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Program Penguatan Fondasi Literasi Keuangan Sasar 2.300 Siswa di 2026

Ihfa Firdausya
10/2/2026 09:30
Program Penguatan Fondasi Literasi Keuangan Sasar 2.300 Siswa di 2026
Program edukasi keuangan diberikan kepada para pelajar.(PJI)

PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) meluncurkan kembali program JA SparktheDream untuk tahun keempat. Program kali ini mengedepankan pendekatan pembelajaran keuangan yang menempatkan keluarga, sekolah, dan sektor jasa keuangan sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung. 

Pada pelaksanaan tahun ini, JA SparktheDream menargetkan lebih dari 2.300 siswa sekolah menengah pertama di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Cimahi, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, dan Denpasar, hingga November 2026.

Program edukasi finansial ini dirancang untuk memberikan literasi keuangan secara menyeluruh melalui empat sesi pembelajaran di kelas. Materi disampaikan secara kolaboratif oleh fasilitator PJI, guru, serta sukarelawan FWD Insurance dengan metode interaktif yang mengombinasikan pembelajaran tatap muka, platform daring, dan aktivitas praktik di rumah bersama keluarga.

Melalui aktivitas rumah, siswa didorong untuk menerapkan langsung pembelajaran keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut meliputi diskusi bersama orang tua, pencatatan sederhana pengeluaran, hingga pengambilan keputusan finansial harian dengan pendampingan keluarga. Pendekatan ini bertujuan agar literasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian anak.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F Manik, mengatakan di era digital anak-anak semakin cepat bersentuhan dengan berbagai pilihan produk dan layanan keuangan, termasuk risiko yang menyertainya.

“Setelah menjangkau hampir 6.000 siswa sejak 2023, kami ingin menghadirkan JA SparktheDream yang semakin relevan dengan realitas generasi muda. Dengan melibatkan orang tua dan sekolah sebagai satu ekosistem, kami percaya literasi keuangan yang dipraktikkan sejak dini akan menjadi fondasi penting bagi pengambilan keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan,” ujarnya.

Pendekatan berbasis ekosistem dinilai semakin relevan di tengah kondisi literasi keuangan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih berada di level 56,42%. Sementara itu, generasi muda kini tumbuh di tengah ekosistem keuangan digital yang kian kompleks, dengan kemudahan akses layanan seperti dompet digital yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak diimbangi pemahaman yang memadai.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menambahkan keterlibatan guru dalam JA SparktheDream dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas jangka panjang. Melalui program ini, guru dibekali metodologi, materi, dan pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan serta diintegrasikan ke dalam kurikulum literasi keuangan sekolah secara berkelanjutan.

“Kehadiran sukarelawan FWD Insurance juga memperkaya proses belajar dengan contoh nyata dari dunia kerja dan industri jasa keuangan, sehingga siswa dan guru memperoleh perspektif yang lebih utuh antara teori dan praktik,” kata Utami.

Pelaksanaan JA SparktheDream tahun keempat diawali dengan seminar literasi keuangan bagi orang tua dan siswa bertajuk Kelola Uang Hari Ini, Aman Esok Hari yang digelar di SMP Al-Jannah, Depok. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran orang tua sebagai pendamping utama anak dalam membangun kebiasaan dan pengambilan keputusan finansial yang sehat.

Dalam seminar tersebut, perencana keuangan bersertifikat Dewi R.D. Amelia menekankan bahwa pengelolaan keuangan tidak ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan, melainkan oleh kebiasaan dan keputusan finansial sehari-hari.

“Pengelolaan uang dimulai dari hal sederhana, seperti memahami arus pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyiapkan perlindungan keuangan. Keputusan-keputusan kecil yang diambil hari ini akan sangat menentukan rasa aman di masa depan,” ujarnya.

Dengan mengedepankan pembelajaran yang hidup di rumah dan sekolah, JA SparktheDream menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FWD Insurance dan PJI dalam memperkuat fondasi literasi keuangan anak Indonesia, sekaligus mendukung terciptanya generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya