Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Digitalisasi Dorong Bank Perumahan Masuk Era Layanan Lengkap

 Gana Buana
14/3/2026 16:21
Digitalisasi Dorong Bank Perumahan Masuk Era Layanan Lengkap
Nasabah memanfaatkan layanan BTN Digital Lounge, ruang layanan perbankan berbasis digital yang menghadirkan kemudahan transaksi.(MI/Agung Wibowo)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara agresif melakukan transformasi besar-besaran untuk menjadi bank dengan layanan finansial lengkap (full banking services). Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan bisnis perseroan di luar fokus utama Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mencakup layanan payroll, kartu kredit, investasi, hingga pembiayaan kendaraan bermotor.

Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan upaya perseroan untuk menguasai seluruh ekosistem keuangan keluarga Indonesia di era digital.

"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya, kalau finansial keluarga itu ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman dilansir dari Antara, Sabtu (14/3).

Ia mengatakan, transformasi bisnis yang menjadi bagian dari visi BTN periode 2025-2029 ini juga menyentuh aspek pendanaan berkelanjutan. Nyoman menjelaskan bahwa penguatan funding merupakan bahan bakar utama bagi perbankan untuk menjalankan fungsi intermediasi secara stabil.

"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya.

Dalam hal operasional, lanjut Nyoman, BTN menerapkan sistem loan factory untuk mensentralisasi proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer di tingkat pusat. Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala standar proses antarwilayah yang sebelumnya tidak seragam serta meningkatkan produktivitas yang selama ini tidak merata di enam regional.

Selain itu, BTN melakukan modernisasi jaringan kantor cabang melalui program rejuvenating branch guna mengubah persepsi publik terhadap layanan perseroan.

Nyoman menekankan bahwa BTN ingin tampil lebih dinamis dengan hadir di pusat-pusat keramaian melalui pengembangan BTN Digital Store.

"Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis," tuturnya.

Ia juga menambahkan mengenai strategi ekspansi fisik perseroan, "Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store."

Sebagai penutup dari rangkaian transformasi operasional, BTN membangun Records Center modern untuk menjamin keamanan portofolio dokumen agunan yang sangat besar.

"Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop," pungkas Nyoman. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya