Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

CBI-KCB Jalin Kemitraan untuk Perluas Akses Keuangan Pekerja Migran

mediaindonesia.com
23/2/2026 18:13
CBI-KCB Jalin Kemitraan untuk Perluas Akses Keuangan Pekerja Migran
Direktur Utama PT Credit Bureau Indonesia (CBI), Anton K. Adiwibowo (kiri) dan CEO Korea Credit Bureau (KCB), Jongsup Hwang sebelum penandatanganan dokumen MOU.(DOK CBI)

PT Credit Bureau Indonesia (CBI), biro kredit (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan/LPIP) terbesar di Indonesia, dan Korea Credit Bureau Co., Ltd. (KCB), biro kredit terkemuka asal Korea Selatan, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) untuk menjalin kolaborasi dalam layanan informasi perkreditan. Melalui sinergi ini, diaspora Indonesia yang sedang menempuh studi maupun bekerja di Korea Selatan dapat memanfaatkan informasi perkreditan dari CBI untuk berbagai keperluan akses finansial di Korea Selatan, seperti pembukaan rekening pinjaman bank, pengajuan kartu kredit, layanan remitansi, hingga layanan keuangan lainnya. Sebaliknya, warga negara Korea yang berdomisili di Indonesia juga dapat menggunakan riwayat kredit mereka dari KCB untuk mengakses layanan keuangan di Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi keuangan yang lebih efisien bagi warga di kedua negara.

Berdasarkan data Korean Immigration Services tahun 2025, terdapat lebih dari 60.000 WNI yang belajar dan bekerja di Korea Selatan, yang menjadikan orang Indonesia sebagai kelompok warga asing terdaftar terbesar keenam di sana. Sementara itu, terdapat lebih dari 26.300 warga negara Korea yang saat ini tinggal dan menetap di Indonesia.

Tantangan yang sering dihadapi diaspora dalam mengakses layanan kredit adalah ketiadaan riwayat kredit yang terdokumentasi di negara tempat mereka bekerja. Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara, guna menciptakan ekosistem keuangan regional yang lebih inklusif dan saling terhubung.

Direktur Utama CBI, Anton K. Adiwibowo mengatakan inisiatif ini selaras dengan misi kami untuk memperluas akses layanan keuangan bagi segmen yang selama ini kurang terlayani, termasuk pekerja migran yang berperan penting dalam mendukung ekonomi Indonesia dan keluarga mereka di Tanah Air. ''Dengan memfasilitasi warga Indonesia di Korea dan warga Korea di Indonesia dengan memanfaatkan riwayat kredit mereka, kami berupaya mendorong akses keuangan yang lebih inklusif, aman, dan berbasis data, sekaligus berkontribusi pada agenda transformasi digital Indonesia yang lebih luas dalam ekosistem keuangan regional,'' kata Anton.

CEO KCB, Jongsup Hwang menambahkan akses terhadap informasi perkreditan yang andal dan tepercaya merupakan kunci untuk membuka peluang finansial bagi ribuan individu di dua negara. Kemitraan dengan CBI adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi kami untuk membangun jaringan layanan informasi perkreditan yang terintegrasi di Asia, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan ini,'' ungkapnya. 

Kemitraan strategis ini merefleksikan meningkatnya permintaan dari lembaga keuangan di Indonesia dan kawasan regional akan informasi kredit yang cepat, andal, dan terkini untuk pengambilan keputusan pemberian kredit secara real-time. Sebagai LPIP terbesar di Indonesia berdasarkan volume, CBI telah melakukan transformasi infrastruktur intinya pada tahun 2025 dengan memperkenalkan model private deployment dan server dual-active guna mengeliminasi waktu henti (downtime), meningkatkan ketahanan, serta memberikan waktu respons API di bawah satu detik. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya