Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pakar Sebut Stres Akibat Finansial Bisa Picu Serangan Jantung, Ini Alasannya

M Iqbal Al Machmudi
03/2/2026 11:40
Pakar Sebut Stres Akibat Finansial Bisa Picu Serangan Jantung, Ini Alasannya
Ilustrasi.(freepik)

MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.

Dalam studi tersebut terungkap faktor penentu sosial kesehatan merupakan pendorong utama percepatan penuaan biologis dan peningkatan risiko kematian termasuk stres.

Studi lintas sektoral yang melibatkan lebih dari 280 ribu pasien dewasa di Mayo Clinic antara tahun 2018 hingga 2023 ini memberikan perspektif baru dalam dunia medis. Peneliti menemukan bahwa individu yang mengalami tekanan finansial dan kesulitan akses makanan sehat memiliki jantung yang secara biologis jauh lebih tua daripada usia kronologis mereka.

Para ahli menggunakan teknologi mutakhir berupa algoritma elektrokardiogram berbasis kecerdasan buatan (AI-ECG) untuk mengukur celah usia jantung (cardiac age gap). Teknologi ini mampu mendeteksi tanda-tanda penuaan pada jantung secara non-invasif, bahkan sebelum gejala klinis muncul.

"Faktor sosial yang sering kali tidak kita tanyakan kepada pasien ternyata berpotensi membalikkan proses penuaan biologis jika ditangani dengan tepat," kata pemimpin penelitian dari Departemen Kedokteran Kardiovaskular Mayo Clinic, Dr. Amir Lerman dikutip, Selasa (3/2).

Ia menambahkan bahwa faktor risiko utama saja tidak cukup untuk menjelaskan beban penyakit jantung pada populasi lansia yang terus meningkat.

Implikasi kebijakan dan layanan data menunjukkan bahwa kontribusi faktor sosial terhadap penuaan jantung melampaui faktor risiko konvensional seperti hipertensi atau obesitas. 

"Temuan ini menjadi peringatan bagi pemangku kebijakan kesehatan untuk beralih ke model perawatan yang lebih berpusat pada pasien," ujar dia.

Ada sembilan kategori yang dianalisis, termasuk stabilitas tempat tinggal, tingkat pendidikan, hingga aktivitas fisik. Dari seluruh domain tersebut, disebutkan bahwa tekanan finansial dan kerawanan pangan muncul sebagai kontributor paling kuat. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya