Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

10 Perubahan pada Penampilan yang Bisa Terjadi Saat Tubuh Alami Stres

Abi Rama
10/3/2026 12:17
10 Perubahan pada Penampilan yang Bisa Terjadi Saat Tubuh Alami Stres
Ilustrasi(freepik)

STRES merupakan kondisi yang hampir pernah dialami setiap orang. Dalam jangka pendek, stres sebenarnya merupakan respons alami tubuh untuk menghadapi tekanan atau situasi menantang. Namun, jika terjadi secara terus-menerus atau kronis, stres dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan.

Tidak hanya memengaruhi kondisi mental, stres juga dapat berdampak pada kesehatan fisik, termasuk penampilan seseorang. Perubahan pada kulit, rambut, hingga kebiasaan yang muncul akibat stres dapat membuat wajah terlihat berbeda dari biasanya.

Dilansir dari laman Healthline, stres memicu pelepasan hormon tertentu dalam tubuh yang dapat memengaruhi berbagai fungsi biologis, termasuk kesehatan kulit dan rambut. Selain itu, stres juga dapat memicu kebiasaan buruk yang tanpa disadari memengaruhi penampilan.

10 perubahan penampilan akibat stres.

1. Munculnya Jerawat

Salah satu perubahan yang paling sering terjadi akibat stres adalah munculnya jerawat. Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Hormon ini dapat merangsang produksi minyak berlebih pada kulit. Jika minyak tersebut menyumbat pori-pori, jerawat pun lebih mudah muncul. Beberapa penelitian juga menunjukkan tingkat stres yang tinggi berkaitan dengan meningkatnya tingkat keparahan jerawat.

2. Kantung Mata

Stres sering kali berkaitan dengan kurang tidur. Kondisi ini dapat memicu munculnya kantung mata yang membuat wajah tampak lelah. Kurang tidur juga dapat mempercepat munculnya tanda penuaan pada kulit, seperti garis halus dan berkurangnya elastisitas kulit di sekitar mata.

3. Kulit Menjadi Kering

Stres dapat mengganggu fungsi lapisan pelindung kulit yang dikenal sebagai stratum corneum. Lapisan ini berperan menjaga kelembapan kulit serta melindungi jaringan kulit di bawahnya. Ketika fungsinya terganggu, kulit dapat kehilangan kelembapan sehingga menjadi kering, kasar, dan mudah iritasi.

4. Ruam atau Kemerahan pada Kulit

Stres juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem imun menurun, keseimbangan bakteri pada kulit bisa terganggu. Kondisi ini dapat memicu kemerahan atau ruam pada kulit. Selain itu, stres juga diketahui dapat memperburuk beberapa penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan dermatitis kontak.

5. Muncul Keriput

Stres dapat memengaruhi protein pada kulit dan menurunkan elastisitasnya. Penurunan elastisitas ini dapat mempercepat terbentuknya keriput. Selain itu, ekspresi wajah seperti sering mengerutkan dahi saat stres juga dapat mempercepat munculnya garis-garis halus di wajah.

6. Rambut Beruban Lebih Cepat

Selama ini banyak orang percaya bahwa stres dapat menyebabkan rambut cepat beruban. Penelitian terbaru menunjukkan stres dapat memengaruhi sel pembentuk pigmen rambut. Ketika sel tersebut rusak atau berkurang, rambut yang tumbuh berikutnya dapat kehilangan warnanya dan tampak beruban.

7. Rambut Mudah Rontok

Stres kronis juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Kondisi ini dapat menyebabkan rambut rontok lebih banyak dari biasanya. Gangguan ini dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu kondisi ketika banyak rambut masuk ke fase rontok secara bersamaan.

8. Kerusakan Gigi

Sebagian orang memiliki kebiasaan menggertakkan gigi ketika merasa cemas atau stres. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, gigi dapat mengalami kerusakan atau keausan.

9. Gangguan Sendi Rahang

Stres juga dapat memicu kebiasaan mengencangkan rahang atau menggertakkan gigi. Kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan pada sendi rahang yang dikenal sebagai temporomandibular joint dysfunction (TMD). Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri pada rahang, wajah, hingga telinga.

10. Bibir Luka atau Terasa Perih

Saat stres, beberapa orang tanpa sadar menggigit bibir atau bagian dalam mulut. Kebiasaan ini dapat menyebabkan bibir menjadi kering, perih, bahkan terluka.

Pentingnya Mengelola Stres

Karena stres dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan, mengelolanya dengan baik menjadi hal yang penting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menjaga pola makan sehat, berolahraga secara teratur, mendapatkan waktu tidur yang cukup, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menenangkan.

Berbicara dengan teman, keluarga, atau tenaga profesional juga dapat membantu seseorang mengatasi tekanan yang sedang dialami. (Healthline/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya