Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sering Dialami Karyawan, Ini Ciri Fisik dan Gejala Burnout yang Wajib Diwaspadai!

Abi Rama
23/12/2025 19:10
Sering Dialami Karyawan, Ini Ciri Fisik dan Gejala Burnout yang Wajib Diwaspadai!
Gejala Burnout yang Wajib Diwaspadai!(Freepik)

BURNOUT menjadi salah satu masalah kesehatan mental pada pekerja kantoran yang semakin sering terjadi. Kondisi ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang akibat stres kerja berkepanjangan yang tidak dikelola dengan baik.

Sayangnya, banyak karyawan tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami burnout. Padahal, tubuh dan perilaku sudah memberikan berbagai sinyal peringatan yang kerap diabaikan. Mengutip laman Halodoc, berikut ciri fisik dan gejala burnout yang perlu Anda waspadai.

Ciri Fisik Burnout yang Sering Dialami Pekerja Kantoran

Burnout dapat berdampak langsung pada kondisi fisik seseorang. Beberapa tanda fisik burnout yang umum dirasakan antara lain:

  1. Tubuh terasa sangat lelah dan tidak bertenaga meskipun sudah cukup beristirahat.
  2. Mudah terserang penyakit akibat menurunnya daya tahan tubuh.
  3. Mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur atau sering terbangun di malam hari.
  4. Terjadi perubahan nafsu makan, cenderung mengonsumsi makanan manis atau asin dibandingkan makanan sehat.

Jika dibiarkan, kondisi fisik akibat burnout ini dapat memengaruhi performa kerja, konsentrasi, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

Gejala Mental dan Emosional Burnout

Selain fisik, burnout juga berdampak besar pada kesehatan mental dan emosional karyawan. Beberapa gejala yang kerap muncul meliputi:

  1. Perasaan putus asa dan kehilangan harapan.
  2. Muncul keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.
  3. Hilangnya motivasi dan semangat dalam bekerja.
  4. Merasa sendirian dan kurang mendapatkan dukungan.
  5. Perasaan terjebak dalam situasi kerja tertentu.
  6. Pikiran negatif yang terus berulang.
  7. Tidak lagi merasakan kepuasan atau pencapaian dari pekerjaan.

Gejala-gejala tersebut sering menjadi pemicu penurunan produktivitas kerja dan kepercayaan diri, terutama bagi pekerja kantoran dengan beban kerja tinggi.

Cara Mengatasi dan Mencegah Burnout di Tempat Kerja

Burnout dapat diatasi dan dicegah dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, di antaranya:

  1. Menyusun prioritas kerja berdasarkan tingkat urgensi dan tenggat waktu.
  2. Berani menolak pekerjaan di luar tanggung jawab utama agar beban kerja tidak berlebihan.
  3. Membuat jadwal kerja yang realistis, termasuk mengatur durasi setiap aktivitas.
  4. Menghindari kebiasaan menunda pekerjaan yang dapat memicu stres mendekati deadline.
  5. Mengelola stres dengan baik, seperti mengambil cuti, berlibur, atau sekadar melakukan staycation untuk memulihkan energi.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya membantu mencegah burnout, tetapi juga membuat pekerjaan lebih teratur, produktif, dan target kerja dapat tercapai tepat waktu. Menangani gejala burnout sejak dini berarti menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup jangka panjang. (Halodoc/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik